Konten dari Pengguna

Hadits tentang Kejujuran dan Hal-hal yang Bisa Membentuknya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hadist tentang kejujuran. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hadist tentang kejujuran. Foto: Freepik.

Kejujuran adalah aspek moral yang memiliki nilai positif. Allah SWT pun memerintahkan hambanya untuk selalu berkata jujur kepada orang lain dan diri sendiri. Selain itu, ada juga banyak dalil dan hadist yang membahas tentang kejujuran.

Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kejujuran. Hal itu bisa dilihat dari periwayatan hadist. Kejujuran para perawi menjadi salah satu pertimbangan utama untuk kesahihan sebuah hadist. Jika ada satu hal yang tidak jujur, maka hadist yang diriwayatkannya dianggap tidak sahih.

Dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh DR. KH. M. Hamdan Rasyid, MA, dkk, kata ash-Shidq (kejujuran) dalam Alquran disebutkan sebanyak 145 kali. Itu menjadi bukti betapa pentingnya kejujuran dalam ajaran Islam.

Di samping itu, kejujuran merupakan salah satu ujian dari Allah untuk mengetahui apakah seseorang termasuk orang-orang yang baik atau orang-orang yang suka berdusta. Allah SWT dalam surat Al Ankabut ayat 3 berfirman:

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ

Artinya: Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al Ankabut: 3)

Kejujuran juga menjadi sesuatu yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Dikutip dari buku Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 4 oleh Pustaka Imam Asy-Syafi’i, diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa surga. Dan sesungguhnya seseorang selalu berbuat jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Sesungguhnya kedustaan itu membawa kepada kejahatan itu membawa ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang selalu berbuat dusta sehingga akan ditulis Allah sebagai seorang pendusta.” (Muttafaq’alaih)

Kejujuran bisa menjadi awal dari segala kebaikan, itu mengapa Rasulullah sangat menganjurkannya. Agar bisa melakukannya, ada baiknya untuk memahami faktor-faktor yang bisa membentuk sifat jujur seseorang. Simak penjelasannya di bawah ini!

Faktor Pembentuk Kejujuran

Ilustrasi hadist tentang kejujuran. Foto: Freepik.

Berikut beberapa faktor penunjang yang dapat membantu seseorang membentuk kejujuran, dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari.

1. Akal

Akal yang sehat akan membantu seseorang dalam memandang nilai sebuah kejujuran, sekaligus menunjukkan betapa buruknya kedustaan. Seperti diketahui, berbuat dusta tidak mendatangkan manfaat dan tidak juga mencegah bahaya.

2. Agama dan Syariat

Ajaran agama dan syariat telah menegaskan soal perintah untuk menjaga kebenaran dan kejujuran. Selain itu, diperingatkan juga soal bahaya bersikap dusta dan berbohong.

3. Kedewasaan

Kematangan dan kedewasaan merupakan salah satu hal yang dapat mencegah kedustaan. Dengan kedewasaan, seseorang mampu berpikir jernih dan mempertimbangkan suatu perbuatan dengan matang.

4. Kepercayaan dan penghargaan dari masyarakat

Kepercayaan dan penghargaan dari masyarakat bisa mendorong dan memotivasi seseorang teguh terhadap kejujuran. Tetapi, memang tidak mudah untuk mempertahankan kejujuran, baik untuk sendiri maupun lingkungan. Dibutuhkan kebiasaan yang terus menerus agar sifat jujur pada seseorang terbentuk.

(IPT)