Konten dari Pengguna

Hadits tentang Prasangka Buruk yang Dapat Dijadikan Pedoman Hidup Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi prasangka buruk. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prasangka buruk. Foto: Freepik.

Prasangka merupakan salah satu sikap atau perilaku negatif yang dapat menimbulkan konflik bagi individu maupun kelompok. Dalam Islam, prasangka buruk disebut dengan istilah suudzon. Itu merupakan salah satu penyakit hati yang dapat merusak akhlak dan pahala yang dimiliki oleh seorang mukmin.

Larangan untuk berprasangka buruk kepada sesama dijelaskan pada Alquran Surat Al Hujurat ayat 12, yang artinya berikut ini:

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu sekalian yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.” (QS Al Hujurat:12)

Dari ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa prasangka buruk dapat menimbulkan dosa besar. Memang, hal tersebut bukanlah suatu tindakan yang nyata. Namun, perilaku ini bisa mendorong manusia melakukan perbuatan yang bersifat tercela.

Indah Elfariani dalam jurnal Prasangka dan Suudzon: Sebuah Analisa Komparatif Dari Perspektif Psikologi Barat dan Psikologi Islam menjelaskan, prasangka buruk dapat menimbulkan emosi yang tidak stabil bagi para pelakunya. Selain itu, perilaku ini membuat seseorang selalu merasa paling benar sehingga tidak mau mendengar pendapat orang lain.

Selain berdampak buruk pada pelakunya dan orang lain, prasangka buruk juga dilarang oleh Rasulullah dalam beberapa riwayat hadits. Nah, berikut ini merupakan kumpulan hadits tentang prasangka buruk yang perlu diketahui sebagai pedoman hidup umat Muslim.

Hadits tentang Prasangka Buruk

Ilustrasi hadits tentang prasangka buruk. Foto: Pixabay.

Berikut hadits-hadits tentang larangan berprasangka buruk yang dikutip dari buku Hadits-Hadits Tarbawi oleh M. Ainur Rasyid:

  • Diriwayatkan oleh malik dari Abu Hurairah RA, bahwa rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah prasangka karena prasangka itu adalah cerita yang paling dusta, dan janganlah kamu saling memaki, saling mencari kesalahan, saling membanggakan, saling ber-iri, saling membenci dan jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR.At-Turmuzi)

  • Diriwayatkan oleh abu ya’la dari barra’ ban azib bahwa rasulullah bersabda dalam satu khotbahnya: “Wahai orang- orang yang beriman dengan lidahnya, janganlah kamu menggunjingi orang-orang Islam dan janganlah kamu mencari aurat (hal yang dirahasiakan) mereka. Karena, barang siapa mencari- cari aurat saudaranya, Allah akan mencari auratnya dan siapa yang dicari auratnya oleh Allah pasti terbukalah auratnya itu, walaupun Ia di tengah- tengah rumahnya.” (Hadits Muttafaq’alaih)

  • Dari Abu Hurarah radhiyallaahu’anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong.” (Muttafaq’alaih)

  • Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu menduga yakni terlintas dalam benakmu sesuatu yang buruk terhadap orang lain, maka jangan lanjutkan dugaanmu dengan melangkah lebih jauh.” (HR. Ath-Thabarani)

  • Rasulullah SAW bersabda, “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya sebuah ucapan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(IPT)