Konten dari Pengguna

Hak dan Kewajiban Sebagai Seorang Nelayan yang Harus Dipenuhi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nelayan sedang menangkap ikan di tepi pantai. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nelayan sedang menangkap ikan di tepi pantai. Foto: Pixabay

Wilayah pantai identik dengan penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai seorang nelayan. Istilah ini ditujukan bagi orang yang sehari-harinya bekerja menangkap ikan atau biota lainnya yang hidup di perairan. Perairan yang menjadi daerah aktivitas nelayan tersebut dapat merupakan perairan tawar, payau, maupun laut.

Nelayan melakukan penangkapan dengan menggunakan berbagai alat tangkap sesuai potensi wilayah pesisir yang digarapnya. Di negara-negara berkembang seperti wilayah Asia Tenggara, masih banyak nelayan yang menggunakan peralatan tradisional seperti jaring dan perahu tanpa motor. Sedangkan, di negara-negara maju biasanya menggunakan peralatan modern yang dilengkapi dengan teknologi canggih.

Mengutip jurnal Pengaruh Pendapatan Nelayan Terhadap Gaya Hidup Masyarakat di Desa Gambus Laut Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara oleh Abdul Manap (2018), berdasarkan kepemilikan alat tangkap, nelayan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Nelayan buruh, merupakan nelayan yang bekerja dengan alat tangkap milik orang lain.

  • Nelayan juragan, yaitu nelayan yang memiliki alat tangkap yang dioperasikan orang lain.

  • Nelayan perorangan, yaitu nelayan yang memiliki alat tangkap sendiri, dan dalam pengoperasiannya tidak melibatkan orang lain.

Alat yang digunakan sangat memengaruhi cara mereka bekerja. Nelayan tradisional memanfaatkan angin darat yang bertiup untuk mendorong perahu mereka menuju lautan. Mereka lalu kembali ke daratan pada siang hari dengan memanfaatkan angin laut.

Sementara, nelayan modern dapat melaut pada siang maupun malam hari, mengingat mereka menggunakan kapal bermotor sehingga tidak memerlukan bantuan angin laut dan angin darat.

Nelayan menghadapi risiko pekerjaan yang sangat tinggi. Sebab, pekerjaan nelayan amat bergantung pada suasana alam dan lingkungan. Karena itu, agar memperoleh tangkapan dalam jumlah maksimal, nelayan harus berpindah-pindah mengikuti sumber daya yang digarapnya serta alat tangkap yang digunakan.

Sebagai seorang pekerja sekaligus warga negara Indonesia, nelayan mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Lantas, apa saja hak dan kewajiban sebagai seorang nelayan?

Hak-hak Nelayan

Ilustrasi nelayan. Foto: Pixabay

Hak adalah sesuatu yang harus diterima seseorang setelah melakukan sesuatu. Berikut hak-hak yang harus diterima seorang nelayan:

  • Mendapat kebebasan mencari ikan kapan pun dan di mana pun dalam wilayah perairan Indonesia.

  • Menangkap dan memperjualbelikan ikan serta biota lainnya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

  • Memperoleh pendapatan dari ikan maupun biota yang dijual.

  • Mendapat harga yang sesuai untuk ikan yang dijual.

  • Mendapat kebebasan untuk membudidayakan sumber daya laut.

  • Mendapat kebebasan untuk mengolah hasil tangkapannya.

  • Mendapat perlindungan hukum dari pemerintah daerah dan negara.

Kewajiban Nelayan

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab untuk mendapatkan hak. Berikut kewajiban yang harus dilakukan nelayan:

  • Menangkap sumber daya laut sesuai dengan norma, moral, dan regulasi yang berlaku.

  • Menjual hasil laut kepada masyarakat.

  • Mematuhi peraturan yang berlaku.

  • Tidak menangkap menggunakan peralatan yang dilarang seperti jaring pukat harimau.

  • Tidak melakukan kecurangan dalam menangkap ikan, misalnya melanggar batas wilayah negara lain.

  • Menjaga ekosistem laut sebaik mungkin.

  • Bersaing secara sehat dengan para nelayan lainnya.

(ADS)