Harga Minyak Goreng Naik Imbas Lonjakan Biaya Kemasan Plastik, Ini Rinciannya!

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Harga minyak goreng kemasan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dipicu oleh mahalnya biaya bahan baku plastik yang turut mendorong peningkatan biaya produksi.
Mengacu pada data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata harga minyak goreng kemasan premium kini hampir menyentuh Rp 22.000 per liter. Situasi ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya rumah tangga yang bergantung pada kebutuhan pokok tersebut.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak goreng premium, tetapi juga merambah ke minyak goreng curah dan MinyaKita. Meski peningkatannya tergolong tipis, tren ini menunjukkan adanya tekanan harga yang terus berlanjut di pasar domestik.
Situasi ini pun menjadi fokus utama pemerintah karena dinilai berpotensi membebani masyarakat lebih luas. Lantas, sebenarnya berapa harga minyak goreng saat ini? Simak rinciannya berikut!
Rata-Rata Nasional Harga Minyak Goreng
Berdasarkan data dari laman Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, tren harga minyak goreng secara nasional menunjukkan adanya pergerakan dalam beberapa hari terakhir.
Berikut rincian rata-rata harga minyak goreng di Indonesia untuk periode 20–21 April 2026:
Minyak goreng premium:
Senin, 20 April 2026: Rp 21.755/liter
Selasa, 21 April 2026: Rp 21.796/liter
Minyak goreng curah:
Senin, 20 April 2026: Rp 19.467/liter
Selasa, 21 April 2026: Rp 19.473/liter
MinyaKita:
Senin, 20 April 2026: Rp 15.980/liter
Selasa, 21 April 2026: Rp 15.942/liter
Langkah Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga
Dalam menghadapi kenaikan harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini, pemerintah melakukan beberapa upaya dan menanggapinya dengan serius.
Tanggapan Menteri Perdagangan
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengakui bahwa kenaikan harga minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir tidak lepas dari meningkatnya biaya plastik sebagai bahan utama kemasan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong harga produk di tingkat konsumen ikut mengalami penyesuaian.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Nah tadi kami sudah komunikasi dengan para produsen yang pada prinsipnya stok barang ada tidak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan ada, memang kenaikan harga minyak goreng salah satu imbasnya karena harga plastik," ujar Budi saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan Jakarta, Selasa (21/4), dikutip dari laman kumparanBISNIS.
Upaya Menjaga Pasokan Bahan Baku
Budi menegaskan bahwa pemerintah terus mengambil langkah cepat untuk memastikan ketersediaan bahan baku plastik, khususnya naphtha. Upaya ini dilakukan agar rantai produksi kemasan tetap berjalan lancar di tengah tantangan distribusi global.
Ia juga terus menjalin komunikasi dengan pelaku industri plastik guna menjaga stabilitas produksi di dalam negeri.
"Ya pada prinsipnya produksi plastik tetap jalan terus dengan impor bahan baku yang terus kita usahakan supaya tercukupi. Jadi mudah mudahan semua bisa selesai," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pasokan naphtha tambahan telah diamankan dari sejumlah negara. Saat ini, pengiriman bahan baku tersebut tengah berlangsung dan diharapkan segera tiba untuk mendukung kebutuhan industri kemasan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Mendag Akui Harga Minyak Goreng Terkerek Imbas Kenaikan Biaya Kemasan
(ANB)
