Konten dari Pengguna

Harga MinyaKita Terbaru 2026, Ini Rinciannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Minyak Goreng. Foto: Poetra.RH/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Minyak Goreng. Foto: Poetra.RH/Shutterstock

Rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng MinyaKita tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, MinyaKita merupakan salah satu bahan pokok yang banyak dipakai sehari-hari.

Penyesuaian harga tersebut dipengaruhi faktor ekonomi, terutama kenaikan harga bahan baku crude palm oil (CPO) dan biaya produksi. Selain itu, pemerintah menilai HET MinyaKita juga sudah cukup lama tidak mengalami perubahan sejak 2024.

Atas dasar itu, penyesuaian harga dianggap perlu dilakukan agar harga jualnya relevan dengan kondisi pasar dan perkembangan biaya produksi saat ini. Lantas, berapa harga MinyaKita terbaru secara nasional saat ini?

Harga MinyaKita Terbaru

MinyaKita. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Di tengah rencana penyesuaian harga, harga dan pasokan MinyaKita secara nasional masih dalam kondisi stabil. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga MinyaKita pada 4 Mei 2026 tercatat sebesar Rp 15.915 per liter.

Harga tersebut naik tipis dibandingkan pada 30 April 2026 yang berada di angka Rp 15.907 per liter. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp 8 per liter atau sekitar 0,05 persen. Pergerakan harga ini dinilai masih stabil dan belum menunjukkan gejolak signifikan di pasar.

Meski mengalami kenaikan tipis, harga minyak goreng jenis lain justru menunjukkan tren berbeda. Minyak goreng sawit curah tercatat turun dari Rp 19.522 per liter pada akhir April menjadi Rp 19.488 per liter pada awal Mei 2026, turun sekitar 0,17 persen.

Sementara itu, minyak goreng sawit kemasan premium mengalami kenaikan dari Rp 21.929 per liter menjadi Rp 21.956 per liter. Kenaikan tersebut setara dengan 0,12 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan perkembangan tersebut, selisih harga minyak goreng dibandingkan MinyaKita tercatat sebagai berikut:

  1. Minyak goreng sawit curah lebih mahal sekitar Rp 3.573 per liter dibandingkan MinyaKita.

  2. Minyak goreng sawit kemasan premium lebih mahal sekitar Rp 6.041 per liter dibandingkan MinyaKita.

Selisih harga tersebut membuat MinyaKita tetap menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi rumah tangga.

Pedagang menata produk Minyakita di Pasar Santa, Jakarta, Selasa (28/5/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Secara keseluruhan, berikut rincian tren harga minyak goreng nasional berdasarkan SP2KP Kemendag:

1. MinyaKita

  • 30 April 2026: Rp 15.907/liter

  • 5 Mei 2026: Rp 15.915/liter

2. Minyak Goreng Sawit Curah

  • 30 April 2026: Rp 19.522/liter

  • 5 Mei 2026: Rp 19.488/liter

3. Minyak Goreng Sawit Kemasan Premium

  • 30 April 2026: Rp 21.929/liter

  • 5 Mei 2026: Rp 21.956/liter

Rencana Kenaikan HET MinyaKita

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Meski harganya relatif stabil, pemerintah tetap membuka peluang penyesuaian HET MinyaKita. Saat ini, Kemendag tengah mengkaji penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng MinyaKita.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan kajian dilakukan atas arahan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

“(Di Rakortas) Kemenko Pangan itu sudah sepakati. Kita di Kementerian Perdagangan diminta untuk melakukan kajian keekonomian HET. Jadi seharusnya akan ada penyesuaian gitu, nah target kita tuh dalam waktu dekat kita akan menyesuaikan HET,” kata Iqbal di sela-sela gelaran Rakornas Bidang Perdagangan Kadin Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (30/4), dikutip dari laman kumparanBISNIS.

Iqbal menuturkan penyesuaian HET MinyaKita mempertimbangkan kondisi global saat ini, khususnya dampak dari perang di Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi harga komoditas dan biaya produksi di dalam negeri.

“Ya kalau melihat dengan kondisi global seharusnya sih kita sesuaikan dengan harga yang saat ini,” ungkap Iqbal.

Iqbal juga memastikan penyesuaian HET ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan beban pelaku usaha yang semakin besar akibat selisih harga yang melebar.

Baca Juga: Kemendag Godok Kemungkinan Naikkan HET MinyaKita

(ANB)