Hari Besar Agama Kristen, dari Natal hingga Pentakosta

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sama seperti umat beragama lainnya, umat Kristen juga memiliki hari besar keagamaan yang dirayakan sepanjang tahun. Hari besar ini tercatat dalam kalender liturgi dan beberapa di antaranya ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Beberapa di antaranya yakni Hari Pentakosta, Hari Raya Paskah, Hari Raya Natal, dan Jumat Agung. Masing-masing memiliki makna tersendiri dalam perayaannya.
Untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut penjelasan tentang hari besar agama Kristen yang bisa Anda simak.
Hari Besar Agama Kristen
Berikut adalah sejumlah hari besar agama Kristen yang perlu diketahui umat Kristiani.
1. Hari Pentakosta
Semangat Pentakosta dimulai setelah hari raya Paskah. Dalam liturgi, ibadah ini ditandai melalui penyalaan lilin selama lima puluh hari atau paling tidak setiap hari Minggu dalam kurun waktu tersebut.
Mengutip buku Kamus Sejarah Gereja oleh Wellem FD, suasana sukacita Paskah terus berlangsung dan berpuncak pada Pentakosta. Ini berlangsung sejak hari raya Paskah hingga hari ke-50, sebagai klimaks yang memahkotai masa raya Paskah.
Seorang Uskup atau teolog asal Yunani, Athanasius, menamai Minggu Agung atau Magna Dominica untuk hari Minggu Paskah ini. Sebab, dampak peristiwa kebangkitan Kristus yang dirayakan pada hari raya Paskah, kini telah membuahkan persekutuan umat percaya, sebagai hasil tuaiannya.
Gereja Kristen merayakan hari Pentakosta untuk memperingati turunnya Roh Kudus ke atas murid-murid Yesus di Yerusalem. Hari istimewa ini juga dikenal dengan sebutan Minggu Kecil.
Selama masa Pentakosta, puasa tidak diizinkan. Doa diucapkan dengan berdiri, sementara Haleluya lebih banyak dinyanyikan.
2. Hari Raya Paskah
Saat berduka yang diikuti dengan berpuasa dan berpantang selama trihari Paskah, umat Kristiani mengakhirinya dengan sorak-sorai nyanyian "Haleluya!" pada hari raya Paskah. Orang tidak lagi berpuasa daging dan telur.
Itulah sebabnya, perayaan Paskah dimeriahkan juga dengan makan telur. Telur melambangkan tradisi masyarakat dalam menyambut musim semi. Sering kali telur Paskah diwarnai merah sebagai lambang kesukacitaan.
Selain telur, anak-anak juga mencari kelinci yang disembunyikan di dalam kandang atau kebun. Kelinci Paskah merepresentasikan kesuburan dalam kehidupan pertama di musim semi.
Mengutip buku Hari Raya Liturgi: Sejarah dan Pesan Pastoral Gereja oleh Rasid Rachman, jauh sebelum itu, paskah diperingati sebagai perayaan penyelamatan dunia yang Allah lakukan di dalam Kristus.
Hari paskah dirayakan hanya pada satu malam, tepatnya pada tengah malam hingga Minggu fajar. Paskah adalah ibadah prosesi peristiwa Kristus.
Prosesi diawali dari Bukit Zaitun dan gerbang Yerusalem pada Minggu Palem. Kemudian diteruskan pada Kamis Putih dan Jumat Agung sampai Minggu Paskah di tempat-tempat yang ditetapkan.
3. Hari Jumat Agung
Hari raya Jumat Agung dirayakan untuk memperingati kematian Yesus Kristus. Dalam Alkitab dijelaskan bahwa kematian Yesus terjadi karena penyaliban yang dilakukan untuk menebus dosa umat manusia.
Sesuai dengan namanya, hari raya ini diperingati pada hari Jumat di mana Yesus disalib karena tuduhan palsu orang Yahudi. Meskipun demikian, umat Kristiani percaya bahwa ini merupakan rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya.
Penyaliban dan kematian Yesus telah dicatat oleh sejarawan terkemuka seperti Flavius, Yosefus, dan Tacitus. Sehingga ini merupakan fakta yang tak terbantahkan, benar-benar terjadi secara historis sebagaimana dicatat oleh Alkitab.
4. Hari Raya Natal
Natal adalah hari raya umat Kristen yang dirayakan setiap 25 Desember untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria, Mesir.
Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei sebagai perayaannya, tetapi ada pula yang merayakannya pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain, perayaan Natal dilakukan pada 5 atau 6 Januari, ada pula yang jatuh pada bulan Desember.
Sedangkan perayaan pada 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5.
Berbagai macam tradisi digelar mulai dari mengirim kartu ucapan Natal, tukar kado, menghias pohon Natal, dan lain-lain.
Perayaan Natal juga akrab dengan sosok Santa Claus atau Sinterklas, seorang tokoh legenda yang mengunjungi rumah anak-anak pada malam hari untuk membagikan hadiah.
Baca Juga: Hari Besar Agama Katolik yang Dirayakan di Indonesia
6 Agama di Indonesia
Ada enam agama yang diakui secara resmi di Indonesia, yaitu agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Dirangkum dari Agama-Agama di Indonesia oleh Endang Ekowati, berikut masing-masing penjelasannya:
1. Agama Islam
Islam adalah agama yang berpedoman pada Alquran, sebuah kitab suci yang diimani oleh umat Muslim dan firman langsung dari Tuhan seperti yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Agama Islam pertama kali masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7.
Umat Muslim percaya bahwa Islam adalah versi lengkap dari agama spiritual yang diturunkan berkali-kali melalui nabi-nabi sebelumnya, seperti Adam, Ibrahim, Musa, dan Isa.
Berikut beberapa hari besar agama Islam:
Idul Fitri (1 Syawal)
Idul Adha (10 Dzulhijjah)
Maulid Nabi atau Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal)
Nuzulul Quran (17 Ramadhan)
Isra Mi'raj (27 Rajab)
Tahun Baru Hijriah (1 Muharram)
2. Agama Kristen Protestan
Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan pada abad ke-16 Masehi dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Agama Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa penjajahan kolonial Belanda. Adapun inti ajaran Kristen, yaitu:
Sebagai pengikut Kebenaran, umat Kristen menerima Firman Alkitab yang penuh ilham sebagai penunjuk jalan yang secukupnya menuju Hidup yang abadi.
Umat Kristen mengakui dan menyembah satu Allah yang Mahatinggi dan tidak berhingga. Umat Kristen beriman mengakui Anak-Nya, satu Kristus; Roh Kudus atau Penghibur ilahi, dan manusia menurut gambar dan keserupaan Allah.
Berikut beberapa hari besar agama Kristen Protestan:
Hari Pentakosta
Hari Paskah
Hari Jumat Agung
Hari Raya Natal
3. Agama Hindu
Agama Hindu diyakini lahir di India sekitar tahun 1500 SM. Dari India, agama Hindu menyebar ke seluruh dunia dan memengaruhi kebudayaan-kebudayaan di dunia, termasuk Indonesia.
Dalam agama Hindu, masyarakat dibagi atas kasta-kasta tertentu, yakni brahmana, ksatria, waisya, dan sudra. Pembagian masyarakat atas kasta-kasta ini pada dasarnya adalah pembagian tugas atau pekerjaan.
Selain itu, ada kelompok masyarakat yang disebut paria, yaitu fakir miskin, penjahat, dan orang buangan. Berikut beberapa hari besar agama Hindu:
Hari Raya Nyepi
Hari Raya Galungan
Hari Raya Kuningan
Hari Raya Saraswati
Hari Raya Banyu Pinaruh
Hari Raya Pagerwesi
4. Agama Buddha
Sama halnya dengan agama Hindu, agama Buddha tumbuh di India, tepatnya di India bagian timur. Agama ini didasarkan pada ajaran Sidharta Gautama yang dikenal sebagai Buddha atau seorang yang mendapat pencerahan.
Agama Buddha muncul sebagai reaksi terhadap dominasi golongan brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat India. Menurut ajaran Buddha, kesempurnaan (nirwana) dapat dicapai setiap orang tanpa harus melalui bantuan pendeta atau kaum brahmana.
Berikut beberapa hari besar agama Buddha:
Hari Waisak
Hari Asadha
Hari Kathina
5. Agama Katolik
Katolik adalah agama yang meyakini Yesus Kristus sebagai Tuhan yang menjadi juru selamat bagi manusia. Agama ini masuk pertama kali ke Indonesia pada abad ke-16. Adapun hal-hal pokok yang diimani orang Katolik, yaitu:
Ada satu Allah saja.
Allah adalah Hakim yang Mahaadil, Ia membalas yang baik dan menghukum yang jahat.
Ada tiga Pribadi Allah: Bapa, Putra dan Roh Kudus.
Allah Putra telah menjadi manusia, menderita sengsara, wafat di salib, dan bangkit demi keselamatan umat.
Jiwa manusia kekal atau tidak dapat mati.
Rahmat Allah mutlak perlu agar manusia memperoleh keselamatan.
Berikut beberapa hari besar agama Katolik:
Hari Natal
Hari Jumat Agung
Hari Paskah
Kenaikan Isa Almasih
6. Agama Konghucu
Agama Konghucu merupakan salah satu agama besar di Tiongkok sejak zaman Sam Kok yang berlangsung sekitar abad ke-3 Masehi. Agama ini masuk ke Indonesia dengan dibawa oleh para pedagang Tionghoa dan Imigran.
Konghucu dapat dikatakan berbeda dengan ajaran agama lain. Agama ini lebih menitikberatkan pada kepercayaan dan praktik yang individual bukan suatu agama masyarakat.
Ajaran Konghucu mengandung unsur pembentukan akhlak yang mulia bagi bangsa Tiongkok. Konghucu selalu menghindari pembicaraan tentang metafisika, ketuhanan, dan berbagai hal yang ajaib.
Namun, ia tidak meragukan tentang adanya Tuhan yang Maha Esa yang dianut masyarakatnya. Berikut beberapa hari besar agama Konghucu:
Tahun Baru Imlek/Kongzili/Yinli/Xin Zheng
Menyambut turunnya malaikat dapur (Chao Chun).
Jing Tian Gong (Sembahyang Besar kepada Tuhan YME)
Shang Yuan/Yuan Xiao atau Cap Go Me
Hari Wafat Nabi Kongzi (Zhi Sheng Ji Zhen)
Hari Sadranan (Qing Ming)
Duan Yang/Duan Wu/Bai Chun
Sembahyang Arwah Umum.
Jing He Ping/Jing Hao Peng
Zhong Qiu (Sembahyang Purnama Raya)
Zhi Sheng Dan (Hari Lahir Nabi Kongzi)
Xia Yuan
Dong Zhi (Hari Genta Rohani)
Hari Persaudaraan, Naiknya Malaikat Dapur (Chao Chun)
(MSD & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa saja agama resmi di Indonesia?

Apa saja agama resmi di Indonesia?
Ada enam agama yang diakui secara resmi di Indonesia, yaitu agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Apa saja hari besar agama Katolik?

Apa saja hari besar agama Katolik?
Hari Natal, Hari Jumat Agus, Hari Paskah, dan Kenaikan Isa Almasih.
Apa yang dimaksud dengan Jumat Agung?

Apa yang dimaksud dengan Jumat Agung?
Hari raya Jumat Agung dirayakan untuk memperingati kematian Yesus Kristus.
