Hikmah Melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib bagi Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya melaksanakan shalat sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih tambahan pahala ibadah. Ada berbagai macam shalat sunnah yang dapat ditunaikan umat Islam, salah satunya shalat sunnah rawatib.
Dikutip dari buku Minhajul Muslimah karangan Muhammad Syafii Masykur, shalat sunnah rawatib merupakan shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu. Terdapat dua macam shalat sunnah rawatib, yaitu qabliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah).
Makna dari shalat sunnah qabliyah adalah persiapan sebelum menunaikan shalat fardhu agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tidak terjadi kesalahan. Sedangkan makna shalat sunnah ba’diyah adalah untuk menambal kekurangan yang terjadi dalam shalat fardhu, seperti kurang khusyuk atau hal lainnya.
Waktu-waktu yang ditentukan untuk melaksanakan shalat rawatib antara lain; dua rakaat sebelum shalat Subuh, empat rakaat sebelum shalat Dzuhur (dilakukan dua kali salam), dua rakaat setelah shalat Dzuhur, dua rakaat setelah shalat Maghrib, dan dua rakaat setelah shalat Isya.
Hikmah Melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib
Seperti yang dijelaskan, keutamaan utama dari shalat sunnah rawatib adalah untuk melengkapi atau menutupi kekurangan yang ada pada shalat fardhu. Selain itu, ada juga hikmah yang akan didapatkan oleh orang yang melaksanakannya.
Berikut hikmah melaksanakan shalat sunnah rawatib yang dirangkum dari buku Tuntunan dan Mukjizat Segala Jenis Shalat Sunnah karangan H.M. Amrin Ra'uf.
Lebih baik dari dunia seisinya
“Dua rakaat sebelum Subuh itu lebih baik daripada dunia dan seisinya (Aku lebih menyukainya daripada dunia beserta isinya).” (HR. Muslim, dari Aisyah Ra.)
Api neraka haram bagi yang melaksanakan shalat sunnah rawatib
“Barangsiapa memelihara (senantiasa melaksanakan) empat rakaat sebelum shalat Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan bagi api neraka.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Nasa’i, dari Ummu Habibah Ra.)
Selalu diberi limpahan rahmat
“Allah akan melimpahkan rahmat yang besar kepada yang selalu melaksanakan shalat empat rakaat sebelum Ashar.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi, dari Ibnu Umar Ra.)
Dibangunkan rumah di surga
“Tidak ada seorang hamba yang shalat sunnah setiap hari sebanyak 12 rakaat. Kecuali Allah membangun untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim)
Dibukakan pintu langit
Abdullah bin as-Saib Ra. menceritakan bahwasanya Rasulullah SAW biasa mengerjakan shalat empat rakaat setelah matahari condong sebelum Zhuhur. Dan beliau bersabda, “Sesungguhnya, itu adalah satu waktu yang di dalamnya dibuka pintu-pintu langit, dan aku senang bahwa segala amal shalih dinaikkan di dalamnya (sampai ke hadirat Allah).” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dari Abdullah bin as-Said Ra.)
(DND)
