Konten dari Pengguna

Hikmah Pembagian Warisan Menurut Islam yang Dapat Dipetik

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Harta. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Harta. Foto: pixabay.com

Pembagian warisan adalah hukum yang mengatur tentang pembagian harta kekayaan yang ditinggalkan oleh seseorang yang telah meninggal. Hukum ini untuk memperjuangkan keadilan bagi setiap orang yang berhak menerima harta warisan.

Mengutip buku Fiqh Mawaris Panduan Kewarisan Islam karya Hikmatullah, hukum pembagian warisan berperan untuk mengatur cara pemindahan harta warisan dari seseorang yang telah meninggal kepada yang masih hidup, baik mengenai harta peninggalan, orang-orang yang berhak menerima, bagian yang berhak diterima, dan cara penyelesaian pembagian harta.

Allah SWT berfirman dalam surat An Nisa ayat 7 yang bunyinya:

لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا

Artinya: “Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.”

Ilustrasi Umat Islam. Foto: pixabay.com

Hikmah Pembagian Warisan Menurut Islam

Sebagai hal yang diamanatkan Allah SWT dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW, pembagian warisan mempunyai banyak hikmah bagi umat Muslim yang menjalankannya dengan benar.

Berikut hikmah pembagian warisan yang dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam : Fikih Untuk Madrasah Aliyah Kelas XI oleh Drs. H. Djedjen Zainuddin, MA. dan DR. H. Mundzier Suparta, MA.

  1. Dapat menghindarkan umat Muslim dari terjadinya persengketaan dalam keluarga yang disebabkan oleh masalah pembagian harta warisan.

  2. Dapat mewujudkan atau menciptakan keadilan dalam masyarakat.

  3. Menjunjung tinggi hukum Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW.

  4. Memperhatikan orang-orang yang terkena musibah karena ditinggalkan anggota keluarganya.

  5. Dapat menghindarkan umat Muslim dari timbulnya fitnah. Sebab, salah satu penyebab timbulnya fitnah adalah pembagian harta warisan yang tidak benar.

Ilustrasi Keluarga. Foto: pixabay.com

Rukun dan Syarat Pembagian Warisan

Rukun dan syarat pembagian warisan adalah hal yang harus ada dan dipenuhi dalam setiap pelaksanaannya. Simak penjelasan mengenai rukun dan syarat pembagian warisan yang dirangkum dari buku Fikih Madrasah Aliyah Kelas XI karangan Harjan Syuhada dan Sungarso.

1. Rukun Pembagian Warisan

  • Pewaris, yakni orang yang telah meninggal dan hartanya diwarisi oleh ahli warisnya.

  • Ahli waris, yakni orang yang dinyatakan memiliki hubungan kekerabatan dengan pewaris, baik karena hubungan darah, perkawinan, maupun memerdekakan hamba sahaya.

  • Harta warisan, yakni harta yang ditinggalkan oleh seseorang yang meninggal dunia.

2. Syarat pembagian warisan

  • Pewaris telah meninggal

Pewaris telah meninggal dunia secara hakiki, yakni meninggal dunia karena hukmi (menurut putusan hakim, seperti mafqud) dan meninggal dunia karena taqdiri (menurut dugaan bahwa seseorang telah meninggal), seperti karena perang atau kecelakaan pesawat. Apabila tidak ada kepastian bahwa pewaris telah meninggal dunia, maka harta warisan tidak dapat dibagi kepada ahli waris.

  • Ahli waris masih hidup

Ahli waris harus masih hidup saat meninggalnya pewaris, termasuk bayi yang masih dalam kandungan. Sebelum pembagian harta warisan, ahli waris mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan pemakaman jenazah, utang (pengobatan, perawatan, penagih piutang), wasiat pewaris, dan membagi harta warisan di antara ahli waris yang berhak.

  • Tidak ada penghalang kewarisan

Tidak ada penghalang antara pewaris dan ahli waris, seperti perbedaan agama, pembunuhan, dan perbudakan. Apabila ada penghalang, maka pewaris dan ahli waris tidak dapat saling mewarisi.

Frequently Asked Question Section

Apa tujuan dari hukum pembagian warisan?
chevron-down

Ini adalah hukum untuk memperjuangkan keadilan setiap orang yang berhak menerima harta warisan.

Apa saja rukun pembagian warisan?
chevron-down

Harus ada pewaris, ahli warus, dan harta warisan.

(DND)