Hosti Terbuat dari Apa? Ini Asal-usul dan Pemaknaannya dalam Tradisi Katolik

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hosti merupakan roti yang biasa digunakan dalam ritual Perjamuan Kudus. Roti sakramen ini familiar di kalangan umat Katolik. Namun, sebagian orang masih belum tahu hosti terbuat dari apa.
Mengutip buku Roti dan Anggur Misa karya E. Martasudjita, sejatinya hosti adalah roti bundar yang terbuat dari adonan roti tanpa ragi dan campuran lainnya, kecuali air. Roti ini biasa digunakan dalam Perayaan Ekaristi Gereja Katolik Roma.
Hosti berasal dari bahasa latin “hostia” yang berarti korban. Istilah ini digunakan oleh umat Katolik untuk menyebut roti tersebut, baik sebelum ataupun sedudah konsekrasi.
Berdasarkan sejarahnya, bentuk hosti telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Lalu, apa maknanya bagi umat Katolik? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Makna Hosti dalam Agama Katolik
Seperti disebutkan sebelumnya, hosti adalah roti tidak beragi. Roti ini bentuknya bundar dan terbuat dari gandum murni. Hosti menjadi simbol dari tubuh Yesus yang dikorbankan untuk penyelamatan manusia.
Perjamuan Ekaristi selalu diselenggarakan dengan hosti sejak Gereja Perdana. Seiring berjalannya waktu, roti ini memiliki perubahan dalam segi bentuk dan ukuran.
Sekitar tahun 100-313 Masehi, orang-orang masih menggunakan jenis roti yang dibuat dengan cara dibakar. Roti yang digunakan untuk Ekaristi tersebut dibawa oleh masing-masing umat dengan beragam bentuk dan ukuran.
Saat memasuki periode Gereja tahun 750-1075, roti menjadi sakral kalau sudah berada di dalam gereja dan disucikan oleh seorang imam pada perayaan Ekaristi. Tradisi kuno menyebutkan bahwa roti Ekaristi dibuat dalam bentuk piringan datar.
Mengutip buku 80 Tanya Jawab Seputar Iman dan Keluarga susunan AG. Luhur Prihadi, dkk., pada periode Gereja tahun 1073-1517, hosti kudus bagi imam dan umat dibedakan secara terpisah. Hosti besar dikhususkan bagi imam dan hosti kecil diperuntukkan bagi umat yang hadir dalam Perayaan Ekaristi.
Ketentuan mengenai hosti Ekaristi ini bisa ditemukan dalam Kitab Hukum Kanonik, khususnya pada kanon 924. Disebutkan bahwa kurban Ekaristi Mahakudus harus dipersembahkan dengan roti dan anggur yang dicampur sedikit air.
Roti hosti harus dibuat dari gandum yang murni dan baru agar tidak ada risiko pembusukan. Saat hosti habis, tidak bisa diganti dengan roti lain. Inilai ketentuan Hukum Gereja Katolik demi sahnya perayaan Ekaristi.
Perlengkapan dalam Perayaan Ekaristi
Setiap perlengkapan dalam perayaan Ekaristi memiliki makna yang sangat dalam. Adapun benda-benda yang biasa digunakan yaitu:
Salib altar: Benda ini menggambarkan tubuh Kristus yang disalib sekaligus sebagai simbol pengobarbanan total Yesus kepada manusia.
Lilin: Benda ini ditempatkan di atas meja altar sebagai simbol terang bagi kehidupan manusia.
Patena: Piring berlapis emas yang digunakan untuk meletakkan hosti besar.
Palla: kain linen yang diperkeras, berbentuk segi empat, dan digunakan untuk meletakkan hosti besar.
Korporale: Kain linen berbentuk persegi dan dibentangkan pada bagian atas meja altar.
Sibori: Piala yang ditutup dan biasa digunakan sebagai tempat penyimpanan Tubuh Kristus.
Baca juga: Doa Sebelum Komuni dalam Perayaan Ekaristi Gereja Katolik
(MSD)
