Hukum Bacaan Mad Iwad dan Contohnya Dalam Alquran

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap muslim diwajibkan untuk membaca Alquran secara tartil, yakni tidak tergesa-gesa dan dengan tajwid. Oleh sebab itu, penting untuk mempelajari cara membaca lafal-lafal dalam Alquran secara tepat agar terhindar dari pelafalan yang buruk atau dapat mengubah makna bacaannya.
Salah satu hukum bacaan yang perlu dipelajari adalah mad iwad. Mad secara bahasa artinya panjang dan Iwad artinya pengganti. Mad iwad ditandai dengan adanya fathahain (tanwin) yang jatuh pada waqaf atau di akhir sebuah ayat atau juga di akhir kalimat.
Apabila di akhir ayat huruf terakhir dari kata tersebut ditanwin, maka bacaan tersebut dinamakan mad iwad. Cara membacanya yaitu bacaan tanwinnya tidak dibaca secara jelas, melainkan diganti dengan bacaan panjang satu alif atau dua harakat.
Agar makin paham, perhatikan contoh-contoh berikut ini:
Contoh 1
اَفْوَاجًا
Kata di atas tidak dibaca "afwaajaan", melainkan اَفْوَاجَا "afwajaa".
Contoh 2
جَمْعًا
Kata tersebut tidak dibaca "jamaan", melainkan جَمْعَا "jamaa".
Contoh 3
تَوَّابًا
Kata tersebut tidak dibaca "tawwaaban", melainkan تَوَّابَا "tawwaabaa".
Contoh 4
وَّ يَنْصُرَكَ اللّٰهُ نَصْرًا عَزِيْزًا
wa yanshurokallohu nashron 'aziizaa
Contoh 5
فَسَوْفَ يَدْعُوْا ثُبُوْرًا ۙ
fa saufa yad'uu subuuroo
(ERA)
Baca juga : Mad Iwad: Pengertian, Cara Membaca, dan Contohnya dalam Alquran
