Hukum Bacaan Mad Shilah Thawilah Beserta Contohnya di Dalam Al Quran

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami hukum bacaan atau tajwid menjadi hal yang harus diperhatikan ketika seorang Muslim membaca Al Quran. Jika salah dalam hal pemahaman tajwid, arti dan makna dari ayat yang dibaca akan keliru. Salah satu tajwid yang dapat dipelajari adalah mad shilah thawilah.
Mad shilah thawilah termasuk ke dalam jenis tajwid mad shilah. Mengutip buku Panduan Lengkap Mengajar Taman pendidikan Al Quran oleh Eko Nani Fitriono (2020: 306), mad shilah artinya mad tambahan dari mad asli yang disebabkan oleh ha dhamir.
Ha dhamir (ه) merupakan kata ganti benda atau orang ketiga tunggal/dia (laki-laki). Jika ha dhamir bertemu dengan huruf hijaiyah akan terjadi dua hukum bacaan, yakni mad shilah thawilah dan mad shilah qashirah.
Mad shilah thawilah adalah tajwid mad shilah yang dibaca apabila ha dhamir bertemu dengan hamzah yang berharakat dan harus didahului dengan huruf berharakat juga. Jika tidak bertemu hamzah, mad berubah menjadi mad shilah qashirah.
Cara membaca mad shilah thawilah adalah dengan memanjangkannya sampai 5 harakat atau 2 ½ alif, termasuk pada ha’ dhamir yang berharakat dhommah maupun kasrah.
Contoh Mad Shilah Thaawilah
Untuk lebih memahami tajwid mad shilah thawilah, simak contoh berikut yang ada di dalam Al Quran.
Surat Al Baqarah ayat 90
بِهِ أَنْفُسَهُمْ
bihii angfusahum.
Huruf ha dhamir pada kata bihii bertemu dengan hamzah berharakat fathah sehingga dibaca panjang 5 harakat.
Surat Al Baqarah ayat 93
بِهِ إِيمَانُكُمْ
bihii iymaanukum.
Huruf ha dhamir pada kata bihii bertemu dengan hamzah berharakat kasrah sehingga dibaca panjang 5 harakat.
Surat Ali Imran ayat 7
تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ
takwiilahuu illallah.
Huruf ha dhamir pada kata takwiilahuu bertemu hamzah berharakat kasrah sehingga dibaca panjang 5 harakat.
Surat Ali Imran ayat 30
وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا
wabainahuu amadamba'iidaa.
Huruf ha dhamir pada kata wabainahuu bertemu dengan hamzah berharakat fathah sehingga dibaca panjang 5 harakat.
Surat Ali Imran ayat 36
وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ
wadho'tuhaa untsaa.
Huruf ha dhamir pada kata wadho’tuhaa bertemu dengan hamzah berharakat dhommah sehingga dibaca panjang 5 harakat.
Frequently Asked Question Section
Apa hukum mempelajari ilmu tajwid?

Apa hukum mempelajari ilmu tajwid?
Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah, sedangkan membaca Alquran sesuai dengan ilmu tajwid adalah fardhu ain.
Bagaima cara membaca mad shilah thawilah?

Bagaima cara membaca mad shilah thawilah?
Cara membaca mad shilah thawilah adalah dengan memanjangkannya sampai 5 harakat atau 2 ½ alif.
(ADS)
