Hukum Bernoulli: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum Bernoulli menjelaskan tentang besar kecilnya tekanan fluida beserta proses berkurangnya tekanan tersebut ketika fluida bergerak lebih cepat. Dengan kata lain, Hukum Bernoulli adalah hukum kekekalan energi pada fluida.
Mengutip buku Top Master Fisika SMA/MA Kelas X, XI, XII karya Dhiyaulhaq (2014), ada tiga variabel yang berpengaruh pada Hukum Bernoulli, yaitu tekanan (P), kecepatan (v), dan ketinggian (h). Apabila kecepatan dan ketinggian posisi fluida lebih besar, maka tekanan yang dihasilkan cenderung lebih kecil.
Adapun fluida yang dimaksud dalam Hukum Bernoulli termasuk fluida ideal yang sudah memenuhi karakteristik mengalir dari aliran lunak, garis-garis arus, dan tak kental. Bagaimana penerapan Hukum bernoulli dan cara kerjanya?
Persamaan Hukum Bernouli
Teori Hukum Bernoulli pertama kali ditemukan oleh Daniel Bernoulli pada tahun 1738. Disebutkan dalam buku Sistem Kontrol Elektropneumatik untuk SMK Kelas XI karya Eka Triaryanto, bunyi hukumnya adalah sebagai berikut:
Fluida tidak dapat dimampatkan (incompressible dan nonviscous).
Tidak ada kehilangan energi akibat gesekan antara fluida dan dinding pipa.
Tidak ada energi panas yang dipindahkan melintasi batas-batas pipa untuk cairan, baik sebagai keuntungan atau kerugian panas.
Tidak ada pompa di bagian pipa.
Aliran fluida laminar (bersifat tetap).
Pada kondisi tertentu, jika cairan terpengaruh gravitasi mengalir secara mendatar melewati pipa dengan diameter yang bervariasi, maka total energi pada titik 1 dan titik 2 adalah sama. Hal ini juga berlaku untuk gas jika aliran tidak melebihi 330 m/s.
Secara lengkap, Hukum Bernoulli menyatakan bahwa jumlah tekanan, energi kinetik per satuan volume, dan energi potensial per satuan volume memiliki nilai yang sama di setiap titik sepanjang aliran fluida ideal. Persamaan matematisnya dapat dituliskan sebagai berikut:
Nah, agar lebih memahaminya berikut contoh soal tentang persamaan Hukum Bernoulli yang bisa Anda simak:
Contoh Soal
Sebuah penampung air yang cukup besar memiliki ketinggian permukaan air 70 cm dari dasar penampung air. Ternyata penampung air tersebut memiliki lubang pada dasarnya karena sudah termakan usia. Berapa besar kecepatan aliran air pada lubang tersebut?
Diketahui :
h1 = 70 cm = 0,7 m
P1 = P2 ; v1 = 0
ρair = 1000 Kg/m3
g = 10 m/s2
Ditanya: v2 = ?
Penyelesaian:
P1 + 1/2ρv12 + ρgh1 = P2 + 1/2ρv22 + ρgh2
P1 + 0 + ρ.g(0.7m) = P2 + 1/2ρv22 + 0
ρ.g(0.7m) = 1/2ρv22
10.(0.7m) = 1/2v22
v2 = 3,74 m/s
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu Hukum Bernoulli?

Apa itu Hukum Bernoulli?
Hukum yang menjelaskan tentang besar kecilnya tekanan fluida beserta proses berkurangnya tekanan tersebut ketika fluida bergerak lebih cepat.
Apa saja variabel yang mempengaruhi Hukum Bernoulli?

Apa saja variabel yang mempengaruhi Hukum Bernoulli?
Ada tiga, yaitu tekanan (P), kecepatan (v), dan ketinggian (h).
Siapa yang menemukan Hukum Bernoulli?

Siapa yang menemukan Hukum Bernoulli?
Teori hukum bernouli pertama kali ditemukan oleh Daniel Bernoulli pada tahun 1738.
