Hukum Melaksanakan Akikah dan Kurban Menurut Para Ulama

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam terdapat penyembelihan khusus yang dikaitkan dengan peristiwa tertentu, yakni akikah dan kurban. Pada prinsipnya, dua hal ini dilakukan oleh umat Muslim untuk beribadah kepada Allah SWT.
Mengutip buku Be Smart Pendidikan Agama Islam Kelas IX tulisan Tuti Yustiani (2008), akikah adalah penyembelihan kambing pada hari ketujuh kelahiran seorang anak sebagai bentuk syukur orangtua kepada Allah.
Sedangkan kurban merupakan ibadah berupa penyembelihan binatang ternak dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kurban dilaksanakan pada Hari Raya ldul Adha (10 Zulhijah) hingga terbenamnya matahari di hari Tasyrik terakhir yakni 13 Zulhijah.
Bagaimana hukum melaksanakan akikah dan kurban dalam Islam? Berikut ini adalah penjelasannya menurut para ulama:
Hukum Akikah Menurut Pandangan Ulama
Kelahiran seorang anak dalam keluarga akan menambah kebahagiaan rumah tangga. Oleh sebab itu, orangtua dianjurkan untuk melangsungkan akikah.
Dalam buku Anda Bertanya Ustaz Menjawab karya Syarbini dan Hasbiyallah (2013), mayoritas ulama berpendapat bahwa akikah hukumnya sunnah muakad walaupun orangtua bayi berada dalam kondisi kesusahan. Yang dimaksud sunnah muakkad adalah hal yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, bahkan mendekati wajib.
Namun mengutip Pendidikan Agama Islam: Fikih Untuk Madrasah Aliyah tulisan Djedjen Zainuddin, hukumnya menjadi wajib apabila diniatkan sebagai nazar. Salah satu anjuran akikah terdapat dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Barangsiapa di antara kamu ingin beribadah untuk anaknya, hendaklah sembelihkan dua ekor kambing yang sama umurnya untuk seorang bayi laki-laki dan satu ekor untuk bayi perempuan” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasai).
Akikah pada umumnya dilakukan pada hari ketujuh kelahiran si anak, disertai dengan pemberian nama dan pemotongan rambut. Orangtua kemudian membagikan daging sembelihan kepada para kerabat dan tetangga.
Hukum Kurban
Kurban hewan ternak yang dilakukan pada Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik tanggal 11,12, dan 13 Zulhijah dimaknai sebagai bentuk ketaatan seorang hamba dalam rangka mendekatkan diri dengan Pencipta-Nya. Hal ini ada kaitannya dengan asal-usul perayaan Idul Adha itu sendiri yang melibatkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS.
Perintah untuk berkurban ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surat Al Kautsar yang berbunyi:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar (108) : 1-2).
Adapun hukum kurban adalah sunnah muakad bagi umat Islam yang berkecukupan. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat sholat kami”.
Selain untuk mendekatkan diri kepada Allah, kurban juga dapat memelihara kesatuan umat. Sebab, distribusi daging kurban yang dilakukan secara adil dapat membantu masyarakat yang lemah secara ekonomi. Tindakan ini pada akhirnya akan memupuk rasa solidaritas.
Frequently Asked Question Section
Pengertian Akikah

Pengertian Akikah
Akikah adalah penyembelihan kambing pada hari ketujuh kelahiran seorang anak, dibarengi dengan pemberian nama dan pemotongan rambut. Ini adalah bentuk syukur orangtua kepada Allah SWT.
Waktu untuk Menyembelih Hewan Kurban

Waktu untuk Menyembelih Hewan Kurban
Waktu penyembelihan hewan kurban adalah setelah sholat Idul Adha 10 Zulhijah hingga terbenamnya matahari tanggal 13 Zulhijah.
Pengertian Sunnah Muakad

Pengertian Sunnah Muakad
Sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, bahkan mendekati wajib.
(ERA)
