Konten dari Pengguna

Hukum Merayakan Halloween Menurut Pandangan Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum Merayakan Halloween Menurut Pandangan Islam. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Hukum Merayakan Halloween Menurut Pandangan Islam. Foto: iStock

Setiap 31 Oktober, mayoritas orang di Eropa dan Amerika Serikat akan merayakan Halloween. Mengutip dari HISTORY, tradisi ini berasal dari festival Samhain bangsa Celtic kuno.

Kala itu, mereka menyalakan api unggun dan mengenakan kostum untuk mengusir hantu. Sebab, 31 Oktober dipercaya sebagai hari di mana para hantu dan orang-orang yang telah meninggal kembali ke bumi.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini semakin menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat. Biasanya, rumah-rumah akan diberi hiasan menyeramkan pada hari tersebut. Sedangkan orang dewasa dan anak-anak mengenakan beragam kostum, mulai dari kostum hantu, monster, penyihir, dan lain-lain.

Meski perayaan Halloween masih asing di Indonesia, tradisi ini makin populer di berbagai negara. Muncul pertanyaan, bagaimana hukum merayakan Halloween dalam Islam?

Melansir dari OnePathNetwork, muslim tidak seharusnya merayakan Halloween yang identik dengan setan dan monster. Dalam surat Yusuf ayat 5 disebutkan: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".

Selain itu, Rasulullah juga mengatakan bahwa jika seorang muslim meniru kebiasaan umat tertentu, maka ia termasuk bagian dari mereka.

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud).

Ilustrasi perayaan Samhain. Foto: History

Dikutip dari AboutIslam, Dr. Muzammil H. Siddiqi, Ketua Dewan Fiqih Amerika Utara mengatakan bahwa orang Islam sebaiknya tidak merayakan Halloween. Alasannya karena tidak ada manfaat yang diambil dari tradisi tersebut, terlebih sebagian orang berpenampilan layaknya monster dan penyihir di hari tersebut.

Selain itu, Halloween bukanlah hari yang dirayakan oleh umat Islam. Rasulullah SAW telah menyebutkan dua hari yang dimuliakan dan patut dirayakan, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

“Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya: Idul Adha dan Idul Fitri.” [Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya, No. 11595, 13058, 13210].

(ERA)