Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.96.0
Konten dari Pengguna
Hukum Nun Sukun atau Tanwin dalam Ilmu Tajwid beserta Contohnya
21 September 2022 17:51 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![Ilustrasi alquran. Foto: pixabay](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1634025439/01gdf96msvf0zy5a0y5s7r28qw.jpg)
ADVERTISEMENT
Agar dapat membaca Alquran dengan baik dan benar, umat Muslim dianjurkan untuk mempelajari ilmu tajwid. Salah satu hukum bacaan yang bisa dipelajari ialah hukum nun sukun atau tanwin.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Modul Tajwid Alquran susunan Sutarto Hadi (2021), nun sukun atau nun mati adalah huruf nun yang tidak berharakat fathah, kasrah, ataupun dhammah. Nun sukun biasanya diberi tanda bulatan kecil di atasnya.
Sedangkan tanwin adalah tanda harakat dua atau harakat ganda yang bunyinya mirip seperti nun mati. Biasanya, tanwin terletak di akhir kalimat ataupun ayat.
Nun sukun atau tanwin jika bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah bisa dikategorikan menjadi 5 hukum bacaan. Apa saja? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Hukum Nun Sukun dan Tanwin
Dalam ilmu tajwid, hukum nun sukun dan tanwin dibagi menjadi 5 hukum bacaan, yaitu izhar halqi, idgham bigunnah, idgham bilagunnah, iqlab, dan ikhfa haqiqi. Dirangkum dari buku Ilmu Tajwid Praktis karya Muhammad Amri (2019), berikut penjelasannya:
1. Izhar Halqi
ADVERTISEMENT
Secara bahasa, izhar halqi berarti jelas atau nampak. Sedangkan secara istilah, izhar halqi adalah pengucapan nun sukun atau tanwin yang sesuai dengan makhrajnya tanpa dighunnahkan ketika bertemu dengan huruf halqiyyah (tenggorokan). Huruf izhar halqi yaitu alif ( ا ), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), dan ha' (ه).
Cara membaca izhar halqi yakni dengan melafazkan huruf nun sukun atau tanwin secara jelas dan terang (tanpa dengung). Contohnya: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ (fashalli lirabbika wan har).
2. Idgham bigunnah
Secara bahasa, idgham berarti meleburkan atau memasukkan. Sedangkan secara istilah, idgham adalah memasukkan nun mati atau tanwin ke huruf mim (م), nun (ن), wau (و), dan ya' (ي).
Cara membacanya yaitu dengan dengung selama 2 harakat atau 1 alif. Contohnya: غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ (Gisyāwatuw wa lahum). Jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf idgham bigunnah dalam satu kata, maka ia harus dibaca jelas, bukan berdengung.
ADVERTISEMENT
3. Idgham bilagunnah
Idgham bilagunnah adalah hukum bacaan yang terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ra' (ر) dan lam (ل). Cara membacanya yaitu dengan memasukkan nun sukun atau tanwin tersebut ke dalam huruf setelahnya tanpa dengung. Contoh: يَكُنْ لَّهُ (yakul-lahu).
4. Iqlab
Secara bahasa, iqlab berarti mengubah atau mengganti sesuatu. Sedangkan secara istilah, iqlab adalah pengucapan nun sukun atau tanwin yang berubah menjadi mim jika bertemu dengan huruf ba. Contoh: وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ (waja’alnaa mim baini)
5. Ikhfa hakiki
Secara bahasa, ikhfa artinya menutup atau tersembunyi. Sedangkan secara istilah, ikhfa adalah pengucapan nun sukun atau tanwin yang didengungkana ketika bertemu dengan huruf kaf ( ك ), qaf ( ق ), fa’ ( ف ), zha ( ظ ), tha ( ط ), dhad ( ض ), shad ( ص ), syin ( ش ), sin ( س ), za’ ( ز ), dzal ( ذ ), dal ( د ), jim ( ج ), tsa’ ( ث ), dan ta’ ( ت ).
ADVERTISEMENT
Cara membaca ikhfa haqiqi yaitu dengan didengungkan sepanjang 2 harakat atau satu alif. Contohnya: سَيَصۡلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (Sa yas laa narann zaata lahab)
(MSD)