Konten dari Pengguna

Hukum Rebo Wekasan Menurut Islam, Apakah Boleh Melakukan Tradisinya?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sholat Rebo Wekasan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sholat Rebo Wekasan. Foto: Unsplash

Sebagian masyarakat Jawa masih mempertahankan tradisi nenek moyang. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan sampai saat ini adalah Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan.

Rebo Wekasan berasal dari bahasa Jawa, yaitu Rebo yang artinya hari Rabu dan wekasan yang berarti pungkasan atau akhir. Jadi secara bahasa, Rebo Wekasan artinya hari Rabu terakhir.

Rebo Wekasan merupakan tradisi yang dilakukan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar, tepatnya saat menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini, Rebo Wekasan jatuh pada tanggal 21 September 2022.

Masyarakat Muslim di tanah Jawa memandang Rebo Wekasan sebagai hari yang dikeramatkan karena dianggap mendatangkan kesialan. Untuk menangkal kesialan tersebut, mereka yang masih percaya akan tradisinya akan melakukan sejumlah ritual tertentu.

Umma Farida dalam jurnal Rebo Wekasan Menurut Perspektif KH. Abdul Hamid dalam Kanz Al-Najah Wa Al-Surur menjelaskan, amalan atau ritual yang dilakukan masyarakat dalam menyambut Rebo Wekasan berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang menunaikan sholat sunnah, membaca Al Quran, hingga melantunkan sholawat Nabi.

Lalu, bagaimana sebenarnya hukum Rebo Wekasan menurut Islam? Apakah secara agama umat Muslim diperbolehkan melakukan ritual-ritual tersebut? Agar lebih paham, simak penjelasannya berikut ini.

Hukum Rebo Wekasan Menurut Islam

Ilustrasi Rebo Wekasan menurut Islam. Foto: Unsplash

Kepercayaan masyarakat Jawa terhadap tradisi Rebo Wekasan sebenarnya bukan tanpa alasan. Mengutip buku Jabalkat oleh Purnasiswa 2015 MHM Lirboyo, ada banyak sumber kitab yang menerangkan tentang bala di hari tersebut, misalnya kitab Mujarrobat al-Daerabi.

Menurut kitab tersebut, sebagian ahli makrifat mengatakan bahwa setiap tahun turun 320 ribu bala (musibah) di hari Rabu terakhir bulan Safar. Maka, barangsiapa yang pada hari itu melaksanakan sholat empat rakaat, Allah akan menjaganya dari seluruh bala tersebut selama setahun. (Mujarrobat al-Daerabi: 108)

Karena penjelasan itulah, tak sedikit masyarakat Jawa meyakini bahwa Rebo Wekasan menurut Islam diperbolehkan dan hukumnya sunnah. Dengan catatan, sholatnya diniati dengan sholat mutlak atau shalat isti’adzah, yaitu sholat sunnah untuk menjaga diri dari azab atau musibah.

Ilustrasi amalan Rebo Wekasan. Foto: Unsplash

Di sisi lain, ada beberapa pihak yang menganggap bahwa amalan Rebo Wekasan tidak diperbolehkan karena tidak disyariatkan dalam Islam. Sehingga, melakukannya dengan niat sholat Rebo Wekasan dianggap termasuk bid’ah madzmumah. Sayyidah Aisyah ra. meriwayatkan dari Nabi:

Barangsiapa mengadakan hal baru dalam agama kami ini yang bukan berasal darinya, maka hal tersebut tertolak.” (HR. Bukhari-Muslim)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tradisi Rebo Wekasan boleh dipercaya dan boleh juga tidak. Hukumnya dikembalikan lagi kepada keyakinan masing-masing umat Muslim. Namun, melakukan ibadah-ibadah sunnah dapat dijadikan sebagai bentuk perlindungan diri kepada Allah SWT dari segala musibah.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan Rabu Wekasan?

chevron-down

Rebo Wekasan merupakan tradisi yang dilakukan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar.

Apa tujuan Rebo Wekasan?

chevron-down

Untuk menangkal kesialan.

Apa yang harus dilakukan saat hari Rabu Wekasan?

chevron-down

Amalan atau ritual yang dilakukan masyarakat dalam menyambut Rebo Wekasan berbeda-beda di setiap daerah.