Hukum Tidur Tengkurap Menurut Islam, Apakah Boleh?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidur tengkurap menurut Islam tidaklah baik. Posisi tidur ini tidak dianjurkan. Selain kurang nyaman, tidur tengkurap juga bisa memengaruhi masalah kesehatan.
Mengutip buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, dan Thibbun Nabawi susunan Maryam Kinanthi (2017), tidur tengkurap bisa membuat jantung tak sehat dan mengakibatkan pernapasan tersendat. Selain itu, posisi tidur ini juga dikatakan seperti tidurnya setan.
Imam Ahmad dan Ibnu Majah meriwayatkan bahwa Abi Umamah ra berkata, “Rasulullah SAW melewati seorang lelaki yang sedang tidur di masjid dengan posisi tengkurap. Beliau menyepak lelaki itu sambil berkata, “Bangun, karena tidur seperti ini adalah tidur yang sangat buruk.”
Dari aturan ini, dapat dipahami bahwa Islam telah mengatur adab Muslim ketika tidur dengan sebaik-baiknya. Sebagai Muslim yang baik, Anda bisa menerapkan beberapa adab tidur lainnya dalam artikel berikut.
Adab Tidur dalam Islam
Rasulullah SAW memerintahkan umat Muslim untuk tidur dengan posisi menghadap ke kanan. Dari Ibnu Qoyim al-Jauziyah, disebutkan bahwa:
“Adalah Nabi tidur dengan berbaring ke kanan dan beliau meletakkan tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan.”
Selain sunnah tidur menghadap kanan, ada juga adab lainnya yang bisa dikerjakan sebelum dan ketika tidur. Dirangkum dari buku Kitab Adab Tidur, Kitab Salam dan Kitab Adab Safar susunan Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarif (2021), berikut penjelasannya:
1. Berwudhu terlebih dahulu
Dari Al Bana' bin Azib ra., ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,
"Apabila kamu hendak tidur maka berwudhu lah lebih dulu seperti wudhumu untuk shalat, kemudian laylah di pinggangmu yang kanan dan bacalah doa ini yaitu sama seperti doa yang telah disebutkan di atas. Dalam hadis ini, Nabi sau juga bersabda "Jadikanlah bacaan doa itu sebagai akhir dari semua perkataanmu." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Membaca doa
"Apabila Rasulullah saw berada di tempat tidurnya dan hendak tidur, maka beliau miring ke sebelah kanan, kemudian membaca: Allāhumma aslamtu nafsii ilaika wawajjahtu waihii ilaika wafawadltu amrii ilaika wa aljatu zharii ilaika raghbatan warahbatan ilaika laa malja-a walaa manjaa illaa ilaika. aamantu bikitaabikalladzi anzalta wanabiyyikal ladzi arsalta.”
Artinya: “Ya Allah, saya menyerahkan diri kepada Mu, menghadapkan mukaku! kepada Mu dan menyandarkan punggungku kepada-Mu, dan menyerahkan semua kepada Mu dengan penuh. dan rasa takut kepada Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari mencerminkan Mu kecuali hanya kepada Mu. Saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan (beriman) dengan nabi-Mu yang Engkau utus.” (HR. Bukhari)
3. Mengerjakan sholat malam
Dan 'Aisyah ra, ia berkata, “Nabi saw biasa mengerjakan salat malam sebelas rakaat, dan jika fajar telah menyingsing maka beliau salat dua rakaat yang tidak terlalu lama, kemudian berbaring di pinggang sebelah kanan sampai muazzin datang mengemandangkan azan Subuh.” (HR. Bukhan dan Muslim)
(MSD)
