Huruf Pegon: Pengertian, Sejarah, Konstribusi di Pesantren, dan Abjadnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika ajaran Islam mulai menyebar di Nusantara, penggunaan aksara Arab semakin banyak digunakan, salah satunya di pulau Jawa. Masyarakat di sana mengenal aksara Arab ini dengan sebutan huruf Pegon.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pegon artinya aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa; tulisan Arab yang tidak menggunakan tanda-tanda bunyi (diakritik); tulisan Arab gundul.
Mengutip buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI oleh Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida’, penulisan huruf pegon tidak menggunakan harakat, tapi menggunakan huruf vokal. Meski begitu, ada juga yang menggunakan harakat bila terjadi kerancuan dalam membacanya.
Sejarah Huruf Pegon
Meringkas buku Akulturasi Islam dalam Budaya Jawa karya Marsono, penggunaan huruf pegon ini dimulai sejak zaman para wali mengajarkan agama Islam di Jawa, yaitu sekitar abad ke-15. Penggunaannya kemudian berkembang dengan pesat sekitar abad ke-18-19 bersamaan dengan munculnya lembaga-lembaga pendidikan Islam.
Seiring perkembangannya, huruf Pegon akhirnya tidak hanya dipakai untuk memaknai kitab-kitab Alquran ataupun hadits, tetapi juga untuk surat-menyurat, catatan, serta untuk menulis teks sastra.
Penggunaan tersebut bertujuan agar orang-orang Jawa lebih mudah dalam memahami agama, terlebih metode dakwah keliling saat itu masih lazim untuk menyiarkan ajaran Islam. Di era Wali Songo, contoh kitab yang menggunakan huruf Pegon adalah Suluk Sunan Bonang karya Sunan Bonang.
Saat ini, huruf Pegon di Jawa hanya digunakan umat Muslim, terutama di pesantren-pesantren. Biasanya, huruf Pegon dipergunakan untuk menulis tafsiran atau arti pada Alquran. Selain itu, banyak pula naskah-naskah manuskrip cerita yang secara keseluruhan ditulis dalam huruf Pegon.
Konstribusi Huruf Pegon di Pesantren
Huruf pegon memiliki kontribusi dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia, khususnya di pesantren. Adapun kontribusi huruf pegon dalam pembelajaran bahasa Arab di pesantren seperti yang dinukil dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI oleh Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida’, antara lain:
Sebagai media untuk menulis teks-teks keagamaan.
Sebagai media untuk menerjemahkan kitab-kitab salaf.
Sebagai media untuk membantu para santri dan siswa dalam menghafalkan mufradat (kosakata) bahasa Arab dalam bentuk syi'ir.
Sebagai gerbang masuknya kosakata bahasa Arab menuju bahasa Jawa dan bahasa Indonesia.
Sebagai media untuk mengembangkan keterampilan membaca dan memahami teks.
Sebagai media untuk mempelajari tata bahasa Arab yang meliputi nahwu, sharaf, dan balaghah.
Abjad Huruf Pegon
Berikut adalah abjad huruf Pegon yang dinukil dari buku Akulturasi Islam dalam Budaya Jawa karya Marsono.
ا = ʾalif
ب = bāʾ
ت = tāʾ
ث = ṡaʾ
ج = jīm
چ = ca
ح = ha
خ = kha
د = dal
ذ = zal
ڎ = dha
ر = ra
ز = za
س = sin
ش = syin
ص = sad
ض = dha
ط = ta
ڟ = tha
ظ = za
ع = ain'
غ = gain
ڠ = nga
ف = fa
ڤ = pa
ق = qaf
ك = kaf
ڮ = gaf
ل =lam
م = mim
ن = nun
ۑ = nya
و = wau
ھ = ha
ي = ya
