Husnul Khotimah: Arti, Tanda-Tanda, dan Kiat-Kiat untuk Menggapainya
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meninggal merupakan suatu hal yang pasti terjadi kepada setiap makhluk hidup. Namun, tidak ada yang tahu apakah seseorang meninggal dalam keadaan husnul khotimah atau suul khotimah.
Husnul khotimah berarti meninggal dalam keadaan baik. Sebaliknya, suul khotimah artinya meninggal dalam keadaan buruk (berpaling dari Allah SWT).
Husnul khotimah berasal dari kata hasna yang artinya baik dan khotimah yang berarti sebuah akhir. Jadi, arti husnul khotimah adalah kematian yang berakhir dalam kondisi baik dan diridhai oleh Allah SWT.
Meninggal dalam keadaan husnul khotimah merupakan impian bagi setiap umat Muslim. Jika bisa mengakhiri hidup dalam keadaan baik atau dalam keadaan Islam yang sempurna, itu menjadi bukti taqwa seseorang kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran ayat 102.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri).” (QS. Ali-Imran: 102)
Ketika seseorang meninggal dalam kedaan husnul khotimah, maka ia akan diberikan taufiq untuk menjauhi semua larangan Allah SWT. Sebagaimana hadist shahih dari Anas bin Malik Radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab,”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak)
Tanda-Tanda Kematian Husnul Khotimah
Memang tidak ada yang tahu pasti bagaimana seseorang akan meninggal dalam husnul khotimah. Namun, ada beberapa tanda yang dipercaya bisa dilihat. Mengutip buku Jangan Takut Mati Bila Husnul Khatimah oleh Ahmad Zacky El-Shafa (2012 :108), berikut tanda-tanda kematian husnul khotimah.
Mengucapkan Kalimat Syahadat Ketika Wafat
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang akhir perkataannya adalah La Ilaha ilallah (Tidak ada sesembahan yang berkah disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga. " (HR. Abu Dawud No. 3116)
Ketika Wafat Dahinya Berkeringat
"Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat di dahinya." (HR. Ahmad)
Wafat Pada Malam Jumat
"Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari dan malam Jumat. Melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur." (HR. Ahmad dan Tirmidzi No. 1.074)
Mati Syahid dalam Medan Perang
“Rasulullah Saw bersabda: Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya akan diampuni sejak awal kematiannya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur, diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik dari dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Mati Tenggelam atau Karena Penyakit Tertentu
"Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah." (HR. Bukhari)
Perempuan yang Mati Karena Melahirkan
"Terbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid." (HR. Ahmad)
Mati karena Mempertahankan Harta Benda dari Perampok
"Dari Abu Hurairah RA berkata, ada seorang laki-laki menghadap Rasulullah SAW, ia berkata, “Ya Rasulullah bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang mendatangiku dan ingin merampas hartaku?” Rasulullah menjawab, “Jangan kau berikan hartamu.” Ia bertanya lagi, “Bagaimana pendapatmu jika ia ingin membunuhku?” Rasulullah bersabda, “Bunuhlah dia.” “Bagaimana jika ia malah memunuhku?” ia balik bertanya. Beliau bersabda, “Engkau dicatatat syahid.” Ia bertanya kembali, “Bagaimana jika aku yang membunuhnya?” Rasulullah SAW menjawab, “Ia yang di neraka.”” (HR. Muslim no. 140)
Mati Membela Agama dan Jiwa
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman."
Kiat-Kiat Menggapai Kematian Husnul Khotimah
Ada beberapa cara atau kiat-kiat yang bisa kita lakukan untuk menggapai kematian husnul khotimah, antara lain:
Konsisten (istiqomah) dalam melaksanakan kebajikan dan amal saleh.
Bertaqwa kepada Allah SWT.
Berbaik sangka kepada Allah SWT.
Membangun kesalehan sosial.
Bertaubat sebelum ajal mendekat.
Berusaha menghindari sebab-sebab kematian suul khotimah.
Memperbanyak doa untuk menggapai husnul khotimah.
(ADS)

