Ibadah Mahdhah: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Perbedaannya dengan Ghairu Madhah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seluruh umat beragama tentu memiliki aktivitas keagamaan yang biasa disebut dengan ibadah. Secara garis besar, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua kelompok, yakni ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah.
Dalam ilmu fiqih, ibadah mahdhah adalah ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT. Ibadah mahdhah memiliki sifat yang murni. Artinya, tidak boleh diubah-ubah dan harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan Allah SWT.
Misalnya, shalat harus mengikuti petunjuk Rasulullah SAW dan tidak diizinkan menambah atau menguranginya. Sebagaimana diterangkan dalam surat An-Nisa ayat 64, Allah SWT berfirman yang artinya:
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." (QS An-Nisa 64).
Ibadah mahdhah biasanya dilakukan oleh umat Muslim dengan maksud untuk mendekatkan diri (qurbah) kepada Allah SWT. Ibadah ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Apa saja? Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui penjelasan lebih lengkapnya.
Jenis-Jenis Ibadah Mahdhah
Merujuk buku Fiqih Ibadah karya Dr. H. Ma’asum Anshori, berikut adalah jenis-jenis ibadah mahdhah beserta contohnya:
Ibadah Batin (Qalbiyyah)
Ibadah batin (qalbiyyah) dilakukan dengan menggunakan kepercayaan di dalam hati. Ibadah ini terbagi lagi menjadi dua kelompok, yakni:
Tauhid kepada Allah, yaitu keimanan atau keyakinan dalam diri bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT serta tidak ada yang berhak disembah, diabdi, dan diibadahi kecuali Dia.
Amalan hati ('amal al-qalb), yaitu mencintai-Nya, mengharap ridha-Nya, mengagungkan-Nya, membutuhkan-Nya, takut kepada-Nya, ikhlas kepada-Nya, sabar dengan segal takdir-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan lain sebagainya.
Ibadah Zahir (Badaniyyah)
Ibadah zahir (badaniyyah) adalah ibadah yang dilakukan dengan menggunakan anggota tubuh. Ibadah ini juga terbagi menjadi dua macam, yaitu:
Ibadah perkataan (al-'ibadah al qawliyyah), misalnya seperti mengucapkan dua kalimat syahadat, bertakbir, bertasbih, membaca Alquran, bershalawat, berdoa, memberi nasihat atau pengajaran, dan lain sebagainya.
Ibadah perbuatan (al-ibadah al fi'liyyah), contohnya seperti shalat, puasa, haji, umrah, jihad, menuntut ilmu, zakat, sedekah, menyembelih hewan, dan lainnya.
Perbedaan Ibadah Madhah dengan Ghairu Madhah
Dikutip dari buku Dahsyatnya Shalat Tasbih terbitan Agromedia Pustaka, ibadah ghairu mahdhah tidak sekadar menyangkut hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga berkaitan dengan hubungan sesama makhluk (hablum minallah wahablum minannas).
Hubungan sesama makhluk ini tidak hanya antar sesama manusia, tetapi juga dengan lingkungannnya. Salah satu dalil yang mengajarkan pelaksanaan ibadah ghairu mahdhah terdapat dalam Alquran surat Al Maidah ayat 2 yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu.
Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
(NDA)
