Ide Kegiatan MPLS PAUD yang Edukatif untuk Anak Usia Dini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen penting bagi anak usia dini yang akan memasuki jenjang PAUD. Pada tahap ini, anak perlu mulai mengenal lingkungan sekolah, guru, teman sebaya, serta rutinitas belajar yang akan dijalani setiap hari.
Karena itu, kegiatan MPLS perlu dirancang secara menyenangkan agar anak merasa nyaman sejak hari pertama berada di sekolah. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai permainan dan aktivitas interaktif yang membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
Sebagai gambaran dalam menyusun program MPLS, berikut beberapa ide kegiatan yang dapat diterapkan selama masa pengenalan lingkungan sekolah di PAUD.
Ide Kegiatan MPLS PAUD
Pada tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan tema MPLS Ramah sebagai pedoman pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah. Melalui tema ini, satuan PAUD diharapkan dapat menyelenggarakan kegiatan yang aman, bermakna, dan penuh keceriaan bagi peserta didik baru.
Mengacu pada buku Rujukan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 untuk Taman Kanak-Kanak yang diterbitkan Kemendikdasmen, berikut beberapa ide kegiatan MPLS PAUD yang dapat diterapkan selama masa pengenalan sekolah.
1. Perkenalan Guru dan Teman Baru
Kegiatan ini bertujuan membantu anak mengenal diri sendiri, guru, serta teman-teman baru melalui aktivitas yang menyenangkan untuk membangun keakraban. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
Anak menyebutkan nama masing-masing, kemudian menerima stiker nama yang ditempel pada pakaian.
Guru dan seluruh murid berkumpul membentuk lingkaran besar untuk saling berkenalan.
Bermain lempar bola secara bergiliran sambil menyebutkan nama teman.
2. Tur Keliling Lingkungan Sekolah
Anak diajak mengenal lingkungan sekolah melalui kegiatan "Jelajah Sekolahku". Guru dapat memandu murid berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas sekolah, seperti ruang kelas, toilet, area bermain, halaman, hingga ruang guru.
Agar lebih menarik, murid dapat berbaris menyerupai kereta api sambil berjalan tertib mengikuti arahan guru. Selama kegiatan berlangsung, guru juga mengenalkan warga sekolah serta fungsi setiap ruangan yang dikunjungi.
3. Bermain Ceria
Melalui kegiatan bermain bersama, anak dapat belajar berinteraksi dengan murid lainnya. Sebelum memulai aktivitas, guru menjelaskan kesepakatan bermain, seperti menunggu giliran, bermain secara bergantian, menjaga teman, dan merapikan kembali mainan yang digunakan. Beberapa contoh permainan yang dapat dilakukan meliputi:
Mengenal warna dan bentuk menggunakan balok warna atau alat permainan edukatif.
Bermain puzzle, mencocokkan warna, atau menyusun balok.
Tebak suara hewan.
Bermain peran sesuai cita-cita atau profesi yang disukai.
4. Edukasi Makan Sehat dan Bergizi
Kegiatan ini bertujuan membiasakan anak menerapkan pola makan sehat sekaligus mengenalkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini. Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:
Simulasi mencuci tangan dan membuang sampah pada tempatnya.
Praktik membuka kotak bekal dan makan secara mandiri.
Mengenalkan etika makan, seperti duduk dengan rapi, makan dengan tenang, serta tidak terburu-buru.
5. Mengenalkan Aturan dan Kebiasaan Baik
Kegiatan ini sejalan dengan upaya mengenalkan nilai-nilai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Melalui aktivitas yang menyenangkan, anak diajak memahami berbagai kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
Bermain tebak gambar perilaku yang mencerminkan nilai-nilai 7KAIH.
Menirukan kebiasaan baik, seperti berdoa, menyapa teman, atau merapikan mainan setelah digunakan.
Belajar mengucapkan kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih" dalam situasi sehari-hari.
Mempraktikkan sikap sopan santun saat berinteraksi dengan guru maupun teman.
Baca Juga: Contoh Proposal MPLS SMA untuk Referensi Pengurus OSIS
(SA)
