Konten dari Pengguna

IHSG Dipengaruhi Oleh Apa Saja? Ini 6 Faktor yang Perlu Diketahui

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Investasi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Investasi. Foto: Shutter Stock

Dalam dunia investasi, pergerakan saham selalu menjadi perhatian utama para investor. Salah satu indikator penting yang kerap dijadikan acuan adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pajak (DJP), IHSG menjadi barometer utama untuk menilai kesehatan pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Meski begitu, seperti halnya indikator ekonomi lainnya, tren IHSG tidak selalu bergerak sesuai harapan.

Setiap harinya, IHSG mengalami naik turun yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Saat IHSG naik, investor cenderung optimis dan melakukan pembelian saham, sedangkan penurunan drastis bisa memicu aksi jual besar-besaran.

Lantas, faktor apa saja yang memengaruhi pergerakan IHSG? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi IHSG

Ilustrasi Investasi. Foto: Shutterstock

Fluktuasi IHSG tidak terjadi tanpa sebab. Ada berbagai faktor yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi pergerakan indeks saham ini.

Dikutip dari laman Sahabat Pegadaian dan Direktorat Jenderal Pajak, berikut beberapa faktor yang paling berpengaruh:

1. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah dapat berdampak signifikan terhadap harga saham. Misalnya, keputusan terkait ekspor-impor, pajak, dan regulasi industri tertentu yang memengaruhi kinerja perusahaan dan persepsi investor terhadap prospek pasar.

Kebijakan fiskal dan moneter yang proaktif biasanya menimbulkan kepercayaan investor, sementara kebijakan yang kurang jelas atau kontroversial dapat memicu ketidakpastian.

2. Kebijakan Perusahaan

Keputusan internal perusahaan juga ikut memengaruhi harga saham. Contohnya, akuisisi, merger, atau restrukturisasi perusahaan sering kali menciptakan sentimen positif atau negatif di pasar.

Investor biasanya menilai dampak dari kebijakan ini terhadap profitabilitas dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan, sehingga harga saham bisa naik atau turun secara drastis.

3. Fluktuasi Kurs Rupiah

Kurs Rupiah terhadap mata uang asing menjadi salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Saat Rupiah melemah terhadap Dollar AS atau mata uang asing lainnya, biaya impor meningkat dan nilai laba perusahaan bisa tertekan, sehingga harga saham cenderung turun.

Sebaliknya, penguatan Rupiah biasanya menimbulkan optimisme investor karena bisa memperbaiki daya saing perusahaan dan stabilitas ekonomi nasional.

4. Keadaan Fundamental Ekonomi Makro

Ilustrasi Investasi. Foto: Shutterstock

Faktor berikutnya yang memengaruhi IHSG adalah kondisi ekonomi makro. Perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia, suku bunga global, fluktuasi nilai ekspor-impor, serta tingkat inflasi bisa berdampak pada laba perusahaan, daya beli masyarakat, dan prospek investasi secara keseluruhan.

5. Sentimen Pasar dan Emosi Investor

IHSG juga dipengaruhi oleh psikologi pasar dan perilaku investor. Berita negatif, rumor, atau ketidakpastian global bisa memicu aksi jual besar-besaran bahkan ketika kinerja perusahaan sedang stabil. Sentimen yang berubah cepat ini sering kali menyebabkan fluktuasi harga yang tajam dalam waktu singkat.

6. Isu Politik dan Sosial

Ketidakstabilan politik, konflik sosial, atau demonstrasi besar-besaran sering menimbulkan ketidakpastian, menurunkan minat investasi, serta mendorong aksi jual yang dapat menekan IHSG.

Baca Juga: 7 Perbedaan Emas Antam dan UBS yang Patut Dipahami Sebelum Mulai Investasi

(ANB)