Ikrar Hari Kesaktian Pancasila Sebagai Pedoman Penyelenggaraan Upacara

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tanggal 1 Oktober, sejumlah institusi di Indonesia melaksanakan upacara bendera untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Upacara ini jadi bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang telah gugur, serta mengakui Pancasila sebagai dasar negara.
Tidak seperti upacara pada umumnya, upacara bendera Hari Kesaktian Pancasila memiliki beberapa susunan acara lainnya. Salah satunya pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh petugas upacara.
Bagi para petugas upacara yang hendak bertugas pada upacara Hari Kesaktian Pancasila, simak ulasan berikut ini untuk melihat naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila sebagai pedoman dalam penyelenggaraannya.
Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila
Mengutip dari laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), berikut adalah naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:
Bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara;
Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nila-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Susunan Acara Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Berbeda dengan upacara biasa, upacara Hari Kesaktian Pancasila tidak ada pengibaran bendera Merah Putih. Hal ini karena bendera akan dikibarkan lebih dulu sejak pagi.
Dengan adanya perbedaan yang cukup signifikan, sebagian orang terkadang masih keliru akan susunan upacara Hari Kesaktian Pancasila. Merujuk dari laman Scribd dengan judul Susunan Upacara Kesaktian Pancasila yang diunggah oleh Rusnaini Nuraisyah, berikut susunan upacaranya:
Persiapan pasukan oleh komandan
Komandan Upacara memasuki lapangan upacara
Inspektur Upacara memasuki lapangan upacara
Penghormatan kepada Inspektur Upacara
Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara
Pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara diikuti oleh seluruh peserta upacara
Pembacaan Naskah Pembukaan UUD dan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila
Pembacaan doa
Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
Penghormatan kepada Inspektur Upacara
Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
Upacara selesai, pasukan dibubarkan.
Makna Hari Kesaktian Pancasila Bagi Bangsa Indonesia
Mengutip dari laman Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta, Hari Kesaktian Pancasila berawal dari peristiwa sejarah yang terjadi pada tanggal 30 September 1965, yang dikenal sebagai Gerakan 30 September (G30S/PKI).
Gerakan ini bertujuan menggeser ideologi Pancasila dengan ideologi komunis. Namun, berkat upaya para pahlawan serta rakyat Indonesia, gerakan ini berhasil digagalkan. Peristiwa ini menggugurkan enam jenderal Angkatan Darat dan satu perwira lainnya.
Pemerintah Indonesia kemudian memberantas PKI, lalu pada tanggal 1 Oktober 1965, Indonesia berhasil mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Oleh karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila jatuh setiap tanggal 1 Oktober untuk mengingat pentingnya penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Baca juga: Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang Penuh Makna
(MFT)
