Konten dari Pengguna

Impulse Buying: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Faktor yang Memengaruhinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seorang wanita yang melakukan impulse buying karena dipengaruhi berbagai faktor saat berbelanja. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang wanita yang melakukan impulse buying karena dipengaruhi berbagai faktor saat berbelanja. Foto: Unsplash

Pembelian impulsif atau impulse buying adalah kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian secara spontan, terburu-buru, dan tanpa perencanaan sebelumnya. Tindakan pembelian ini biasanya dilakukan tanpa memikirkan konsekuensi yang akan diterima.

Dikutip dari Riset Pemasaran dan Konsumen Seri 1 oleh Ujang Sumarwan (2018: 163), pengertian impulse buying adalah suatu proses pembelian yang terjadi ketika seseorang melihat suatu barang, kemudian tiba-tiba ingin membeli barang tersebut dan memutuskan untuk melakukan pembelian pada saat itu juga. Ada pun ciri-ciri impulse buying antara lain:

  • Adanya perasaan yang berlebihan akan ketertarikan dari produk yang dijual.

  • Adanya perasaan untuk segera memiliki produk yang dijual.

  • Mengabaikan segala konsekuensi dari pembelian sebuah produk.

  • Adanya perasaan puas yang muncul karena membeli sebuah produk.

  • Adanya konflik yang terjadi antara pengendalian dengan kegemaran di dalam diri orang tersebut.

Impulse buying pada dasarnya bisa terjadi karena konsumen tidak mampu mengendalikan dirinya. Pada kasus ini, konsumen tidak memiliki kemampuan untuk mengalihkan keinginan dan respons terhadap suatu produk dengan hal lain.

Jadi, konsumen melakukan pembelian karena dia menginginkan suatu produk, bukan karena membutuhkannya. Karena tidak bisa mengalihkan keinginan tersebut, konsumen itu pun memutuskan membeli produk itu secara spontan.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Impulse Buying

Mengutip buku Consumer Behavior: Concepts and Applications oleh David L. Loudon dan Albert J. Della Bitta, ada beberapa faktor yang ikut memengaruhi impulse buying, yaitu:

Ilustrasi salah satu faktor yang memengaruhi impulse buying adalah produk dengan harga diskon. Foto: Unsplash

1. Produk

Produk dengan karakteristik harga murah atau diskon, kebutuhan kecil atau marginal, produk jangka pendek, ukuran kecil, dan toko yang mudah dijangkau.

2. Pemasaran

Pemasaran yang meliputi distribusi dengan banyaknya outlet yang menerapkan self-service (konsep pelayanan tanpa adanya staf pembantu), iklan melalui media massa yang bersifat persuasif dan terus menerus, iklan di berbagai lokasi penjualan, serta posisi iklan display di lokasi yang strategis.

3. Karakteristik Konsumen

Karakteristik konsumen meliputi kepribadian, jenis konsumen, sosial demografi, atau karakteristik sosial. Dalam hal ini, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi karakteristik konsumen, yaitu:

  • Faktor psikologis, seperti penghargaan diri, depresi, gelisah, dan perfeksionis.

  • Faktor budaya, seperti perubahan norma sosial, peranan gender, dan pengalaman awal anak-anak (misalnya, sejak kecil terbiasa dibelikan barang yang diinginkan).

Berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa impulse buying dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, antara lain:

  • Faktor internal, seperti suasana hati, emosi, atau kondisi psikologis pada saat melakukan pembelian yang dipicu dari faktor lingkungan atau lainnya. Contohnya, ketika seorang konsumen merasa suasana lingkungan toko baik, maka konsumen tersebut akan merasa nyaman dan timbullah emosi positif dalam dirinya yang mendorong keinginan untuk berbelanja.

  • Faktor eksternal, berupa stimulus yang diciptakan di dalam lingkungan toko, seperti barang yang dijual, promosi, harga, dan fasilitas fisik berupa pencahayaan, musik, dan aroma dalam toko.

Jenis-Jenis Impulse Buying

Impulse buying dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu pure impulse buying, reminder impulse buying, planned impulse buying, dan suggestion impulse buying. Berikut penjelasannya:

Ilustrasi seorang konsumen yang termasuk reminder impulse buying karena teringat untuk membeli baju sebagai hadiah untuk orang terdekatnya. Foto: Unsplash

1. Pure Impulse Buying

Pure Impulse buying adalah pembelian secara impulsif yang dilakukan karena adanya luapan emosi dari konsumen sehingga melakukan pembelian terhadap produk di luar kebiasaan pembeliannya.

2. Reminder Impulse Buying

Reminder impulse buying adalah pembelian yang terjadi karena konsumen tiba-tiba teringat untuk melakukan pembelian produk tersebut. Dengan demikian, konsumen sudah pernah melakukan pembelian sebelumnya atau sudah pernah melihat produk tersebut dalam iklan.

3. Suggestion Impulse Buying

Suggestion impulse buying adalah pembelian yang terjadi pada saat konsumen melihat produk dan tata cara pemakaian atau kegunaannya, kemudian memutuskan untuk melakukan pembelian.

Jenis pembelian impulsif ini dilakukan oleh konsumen meskipun konsumen tidak benar-benar membutuhkannya dan penggunaannya masih akan dilakukan pada masa yang akan datang.

4. Planned Impulse Buying

Planned impulse buying adalah pembelian yang terjadi ketika konsumen membeli produk berdasarkan harga spesial dan produk-produk tertentu.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja ciri-ciri impulse buying?
chevron-down

Beberapa ciri-ciri impulse buying antara lain adanya perasaan yang berlebihan akan ketertarikan dari produk yang dijual dan adanya perasaan untuk segera memiliki produk yang dijual.

Apa yang dimaksud dengan reminder impulse buying?
chevron-down

Reminder impulse buying adalah pembelian yang terjadi karena konsumen tiba-tiba teringat untuk melakukan pembelian produk tersebut.

Apa yang dimaksud dengan suggestion impulse buying?
chevron-down

Suggestion impulse buying adalah pembelian yang terjadi pada saat konsumen melihat produk dan tata cara pemakain atau kegunaannya, lalu memutuskan untuk melakukan pembelian.