Imunisasi BCG Umur Berapa? Ini Penjelasan dan Jadwal Lengkap Imunisasi Bayi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BCG merupakan imunisasi yang diberikan kepada bayi yang berguna untuk melemahkan bakteri penyebab tuberkulosis (TB). Imunisasi BCG akan membantu bayi mengembangkan perlindungan (kekebalan) terhadap penyakit tersebut.
Dalam laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dijelaskan, imunisasi BCG sebaiknya segera diberikan kepada bayi setelah lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Boleh juga diberikan kepada bayi yang sudah berusia 3 bulan atau lebih, namun apabila uji tuberkulinnya negatif.
Jika tidak tersedia uji tuberkulin, imunisasi BCG tetap dapat diberikan. Dengan catatan, apabila timbul reaksi lokal cepat (pada minggu pertama), segera lakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberkulosis.
Tentang Imunisasi BCG
Imunisasi BCG merupakan vaksin yang berisi bakteri mycobacterium bovis yang dilemahkan. Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), BCG mempunyai efek perlindungan terhadap tuberculosis (TB) berat dan radang otak akibat TB.
Tempat yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO) untuk penyuntikan BCG adalah daerah lengan atas (deltoid), tepatnya di sebelah kanan. Setelah penyuntikan, biasanya akan muncul luka bernanah.
Penyebabnya karena bakteri hidup dalam vaksin BCG, sehingga penyuntikannya menyerupai infeksi alamiah, di mana tubuh melakukan respons imun dengan terbentuknya luka.
Efek Samping Imunisasi BCG
Setelah dilakukan imunisasi BCG, ada kemungkinan munculkan efek samping pada bayi. Berikut efek samping imunisasi BCG yang dirangkum dari laman Nidirect UK.
Setelah disuntik, biasanya kulit akan terlihat melepuh. Hal ini menandakan bahwa suntikan telah diberikan dengan benar.
Akan muncul bintik kecil dalam jangka waktu dua sampai enam minggu setelah imunisasi diberikan. Bintik ini biasanya akan terasa sakit, bertahan selama beberapa hari, dan akan meninggalkan bekas luka kecil.
Terkadang bayi akan mendapatkan luka kecil (dangkal) di tempat suntikan. Apabila mengeluarkan cairan dan perlu ditutup, gunakan pembalut kering (jangan gunakan plester luka).
Apabila Anda khawatir akan efek samping yang timbul (cukup parah) atau seperti infeksi, segera hubungi dokter.
Jadwal Imunisasi Bayi
Selain BCG, ada beberapa imunisasi lain yang harus diberikan untuk mencegah penyakit pada bayi. Dijelaskan dalam laman resmi Kementerian Kesehatan, setiap bayi (usia 0-11 bulan) wajib mendapatkan imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari 1 dosis imunisasi Hepatitis B, 1 dosis imunisasi BCG, 3 dosis imunisasi DPT-Hepatitis, 4 dosis imunisasi polio, dan 1 dosis imunisasi campak dengan jadwal sebagai berikut:
Imunisasi Hepatitis B diberikan pada bayi usia 0-7 hari.
Imunisasi BCG dan Polio 1 diberikan pada bayi usia 1 bulan.
Imunisasi DPT-HB1 dan Polio 2 diberikan pada bayi usia 2 bulan.
Imunisasi DPT-HB2 dan Polio 3 diberikan pada bayi usia 3 bulan.
Imunisasi DPT-HB3 dan Polio 4 diberikan pada bayi usia 4 bulan.
Imunisasi campak diberikan pada bayi usia 9 bulan.
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi imunisasi BCG?

Apa fungsi imunisasi BCG?
Imunisasi BCG berguna untuk melemahkan bakteri penyebab tuberkulosis (TB) pada bayi.
Adakah efek samping dari imunisasi BCG?

Adakah efek samping dari imunisasi BCG?
Akan ada beberapa efek samping yang mungkin dirasakan, salah satunya adalah kulit terlihat melepuh.
(DND)
