Ini Penulisan Lafal Amin yang Benar dan Artinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lafal amin sangat dekat dengan kehidupan umat Islam. Kata ini kerap diucapkan setelah memanjatkan doa maupun setelah didoakan oleh orang lain.
Berdasarkan pengucapannya, kata amin cukup mudah dilafalkan. Namun, perlu diketahui bahwa pengucapan maupun penulisan yang berbeda ternyata memiliki makna yang berbeda pula tak terkecuali pada lafal amin. Lantas, bagaimana tulisan amin yang benar menurut Islam?
Tulisan Amin yang Benar dan Artinya Menurut Islam
Jika ditilik menggunakan kaidah tata bahasa Indonesia, maka cara penulisan kata amin yang benar adalah 'amin'. Namun, zaman sekarang banyak orang menulis kata amin dengan penulisan 'amiin', 'aamin', 'aammiin', bahkan 'aamiin'.
Dalam bahasa Arab, ketika bentuk suatu kata berubah, perubahan tersebut juga mengalami perubahan makna. Dikutip dari Jurnal Hubungan Antara Lafal, Konteks, dan Makna dalam Al-Quran oleh Sukamta, aturan tersebut dikenal dengan sebutan ziyādah al-mabna tadullu‘alā ziyādah al-ma‘na.
Ziyādah al-mabna tadullu‘alā ziyādah al-ma‘na artinya penambahan pada bangunan kata yang menunjukkan perubahan makna. Kaidah ini merupakan salah satu aturan yang berkaitan dengan masalah hubungan antara lafal dan makna.
Jadi, apabila kata amin ditulis dengan lafal yang berbeda tentunya memiliki arti yang berbeda pula. Dikutip dari buku Tanya Jawab Islam oleh PISS KTB, Imam Nawawi menjelaskan bahwa sighot ta’amin atau tulisan amin terdiri empat macam.
Hal ini sesuai panjang pendeknya huruf kata tersebut. Menurut Adzkar Nawawi, kata amin dapat ditulis sebagai berikut:
آمِيْن
1. Amin
أَمِيْنٌ
2. Amiin
أٰمِنْ
3. Aamin
أٰمِيْنَ
4. Aamiin
Lafal dan Tulisan Amin yang Benar dan Artinya
Keempat lafal amin di atas tentunya memiliki makna yang berbeda pula. Adapun arti dari keempat lafal tersebut adalah sebagai berikut:
Lafal pertama, yaitu amin dengan alif dan mim yang memiliki arti berimanlah.
Lafal kedua, yaitu amiin dengan alif pendek dan min panjang memiliki arti orang yang amanah.
Lafal ketiga, yakni yaitu aamin dengan alif panjang dan min pendek memiliki arti berimanlah atau beri jaminan keimanan.
Lafal keempat, yakni aammiin dengan alif panjang, mim tasydid, dan min panjang memiliki makna orang yang hendak menuju suatu tempat atau kabulkanlah.
Tulisan dan Pengucapan Amin, Amiin, Aamin, dan Aamiin yang Benar dalam Bahasa Arab
Pengucapan kata amin menggunakan bahasa Arab memiliki ketentuan tersendiri dalam cara membacanya. Kata "amin" ditulis dengan tiga huruf, yaitu alif panjang (آ), mim (م), dan nun (ي). Adapun cara pengucapannya yang benar, yaitu:
Amin: alif dan min sama-sama dibaca pendek.
Aamin: alif dibaca panjang sementara min dibaca pendek
Amiin: alif dibaca pendek sementara min dibaca lebih panjang.
Aamiin: alif dan mim sama-sama dibaca panjang
Penulisan Amin yang Benar Menurut Islam
Al Wahidi dalam buku At Tibyan fi Adab Hamalatil Quran menyebutkan, ada sebagian ulama yang membolehkan kata amin dibaca dengan bentuk keempat lafal di atas.
Namun, Imam Syafi’i menyatakan bahwa orang yang melafalkan amin dalam ketiga bentuk di atas dalam sholatnya maka sholatnya batal. Sementara lafal amin yang benar, yakni lafal 'aamiin' yang keempat yang memiliki makna kabulkanlah.
Dengan demikian, penulisan amin yang benar menurut Islam adalah 'aamiin' yang artinya kabulkanlah. Kata 'aamiin' ini dapat dipakai ketika selesai membaca doa.
Pendapat Imam An-Nawawi
Ada beberapa cara mengucapkan lafal amin menurut Imam Nawawi dalam kitabnya At-Tibyan: Fi Adab Hamalatil Qur'an, yaitu sebagai berikut:
Aamiin dibaca dengan memanjangkan alif dan huruf mim dibaca tipis. Cara membaca ini merupakan yang logatnya paling fasih, paling masyhur, dan paling bagus menurut para ulama.
Aamiin diucapkan dengan alif-nya dibaca pendek dan meringankan bacaan mim. Cara membaca ini diriwayatkan oleh Tsa’lab dan lainnya.
Aamiin diucapkan dengan memanjangkan alif serta mengucapkannya dengan imalah (antara fathah dan kasrah) dan mim dibaca tipis. Cara membaca ini diriwayatkan dari Imam Hamdzah dan Al-Kisa'i.
Aamiin dilafalkan dengan alif dibaca panjang dan mentasydidkan huruf mim. Cara membaca ini diriwayatkan oleh Al-Hasan dan Al-Husain bin Al-Fadl.
Baca Juga: Tulisan Aamiin Ya Rabbal Alamin yang Benar dan Keutamaannya
Penulisan Amin Menurut KBBI
Berdasarkan kaidah tata bahasa, 'amin' adalah kata serapan dari bahasa Arab yang sudah dibakukan ke dalam bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan amin yang benar adalah 'amin'.
Dalam KBBI, kata amin artinya terimalah dan kabulkanlah, demikianlah hendaknya (dikatakan pada waktu berdoa atau setelah berdoa). Jadi, dapat disimpulkan bahwa penulisan amin yang benar dan baku menurut bahasa Indonesia adalah 'amin'.
Di sisi lain, umat Islam dianjurkan untuk tidak menggunakan kata 'amien'. Sebab, kata tersebut memiliki makna sebagai penyembah paganisme, yang konon diriwayatkan sebagai nama dari Dewa Matahari Mesir Kuno.
(IPT & SFR)
Frequently Asked Question Section
Kata amin untuk apa?

Kata amin untuk apa?
Kata ini kerap diucapkan setelah memanjatkan doa maupun setelah didoakan oleh orang lain.
Apa arti amin menurut KBBI?

Apa arti amin menurut KBBI?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata amin memiliki arti terimalah dan kabulkanlah.
Apakah boleh menulis amin dengan kata amien?

Apakah boleh menulis amin dengan kata amien?
Umat Islam dianjurkan untuk tidak menggunakan kata 'amien'. Sebab, kata tersebut memiliki makna sebagai penyembah paganisme, yang konon diriwayatkan sebagai nama dari Dewa Matahari Mesir Kuno.
