Konten dari Pengguna

Inilah Perbedaan Flu dan Pilek beserta Cara Menyembuhkannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pilek. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pilek. Foto: Pixabay

Flu dan pilek adalah dua jenis penyakit menular yang terjadi di saluran pernapasan. Virus menjadi penyebab utama seseorang terjangkit flu dan pilek.

Karena gejala hampir serupa, banyak orang kesulitan membedakan antara flu dan pilek. Faktanya, ini adalah dua penyakit yang berbeda. Bagi yang belum tahu, simak ulasan perbedaan flu dan pilek di bawah ini.

Perbedaan Flu dan Pilek

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, flu atau influenza adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dan terjadi di seluruh sistem pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

Virus penyebab flu terbagi menjadi tiga kategori, yaitu influenza A, influenza B, dan influenza C. Dikutip dari Health Wise, virus influenza tipe A dan B yang paling sering menyebabkan seseorang mengalami flu.

Virus tersebut dapat menyebar melalui tetesan atau droplet dari batuk dan bersin yang dikeluarkan penderitanya. Menyentuh berbagai permukaan benda yang terkena droplet juga dapat menjadi penyebab seseorang tertular flu.

Ilustrasi flu. Foto: Pixabay

Gejala flu yang paling umum dialami adalah demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan hingga sakit otot. Apabila setelah 10 hari gejalanya tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter.

Berbeda dengan flu, pilek merupakan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus. Menurut Health Partners, ada lebih dari 100 virus yang bisa menyebabkan pilek, namun yang paling utama adalah rhinovirus. Virus ini juga dapat menular melalui air liur atau benda-benda yang sudah terpapar oleh virus.

Gejala pilek yang paling umum di antaranya adalah hidung tersumbat, sakit tenggorokan, serta bersin yang disertai batuk. Tak jarang, penderitanya juga merasa sakit kepala dan lemas.

Jika sudah di tahap tersebut, secara otomatis tubuh akan mengeluarkan cairan ingus dari hidung. Keluarnya cairan ini adalah bentuk perlawanan tubuh melawan virus penyebab penyakit pilek.

Pilek biasanya akan sembuh dalam waktu satu minggu. Namun, jika tidak kunjung mereda lebih dari satu minggu dan disertai demam tinggi, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Cara Mengatasi Flu dan Pilek

Ilustrasi pilek. Foto: Pixabay

Dirangkum dari situs WebMD, pilek biasanya dapat diobati dengan mengonsumsi antibiotik, seperti antihistamin, dekongestan, paracetamol (acetaminophen), dan NSAID. Selain itu, gejala pilek juga dapat diredakan dengan obat-obatan berbahan dasar alami yang mengandung zink, vitamin C, atau vitamin D.

Sementara flu dapat disembuhkan dengan banyak minum air putih dan istirahat cukup. Disarankan juga untuk mengonsumsi obat pereda nyeri atau dekongestan untuk mengatasi sakit kepala, demam, dan hidung tersumbat.

Untuk mempercepat penyembuhan, penderita flu juga dapat mengonsumsi obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu), zanamivir (Relenza), atau peramivir (Rapivab). Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Frequently Asked Question Section

Virus apa yang menyebabkan flu?

chevron-down

Virus influenza tipe A dan B adalah virus yang paling sering menyebabkan seseorang terkena flu.

Apa itu pilek?

chevron-down

Pilek merupakan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus.

Berapa lama seseorang dapat sembuh dari pilek?

chevron-down

Pilek biasanya akan sembuh dalam waktu satu minggu.

(NDA)