Konten dari Pengguna

Inna Fatahna Laka Fathan Mubina Doa Apa? Ini Penjelasan dan Makna Lengkapnya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi inna fatahna laka fathan mubina doa apa. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi inna fatahna laka fathan mubina doa apa. Foto: Unsplash.

Bacaan inna fatahna laka fathan mubina sering terdengar dalam berbagai majelis dzikir dan shalawat. Banyak orang penasaran dengan asal-usul dan makna di balik bacaan tersebut.

Lantas, inna fatahna laka fathan mubina doa apa sebenarnya? Bacaan tersebut ternyata bukan doa khusus, melainkan potongan ayat pertama dari Surah Al-Fath dalam Al-Qur'an. Untuk mengetahui maknanya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Arti Inna Fatahna Laka Fathan Mubina

Ilustrasi inna fatahna laka fathan mubina doa apa. Foto: Unsplash.

Mengutip dari buku Doa dan Zikir Mustajab (2024) oleh Wira Kautsari Wijayanti, Surah Al-Fath merupakan surah ke-48 yang tergolong Madaniyyah dengan jumlah 29 ayat. Nama Al-Fath memiliki arti kemenangan, sesuai dengan kandungan utama surah yang banyak membahas kemenangan Nabi Muhammad SAW dalam peperangan.

Ayat pertama surat Al-Fath yang berbunyi inna fatahna laka fathan mubina memiliki arti, “Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata.” Ayat ini menjadi kabar gembira bagi Nabi Muhammad SAW terkait Perjanjian Hudaibiyah yang merupakan kemenangan besar.

Selain ayat pertama, terdapat pula ayat kedua dan ketiga yang menyertai kabar gembira tersebut, yaitu:

  • Ayat 2: liyaghfira lakallâhu mâ taqaddama min dzambika wa mâ ta'akhkhara wa yutimma ni'matahû 'alaika wa yahdiyaka shirâtham mustaqîmâ, artinya agar Allah memberikan ampunan atas dosa yang lalu dan akan datang, menyempurnakan nikmat, serta menunjuki jalan yang lurus.

  • Ayat 3: wa yanshurakallâhu nashran 'azîzâ, artinya dan agar Allah menolong dengan pertolongan yang besar.

Rangkaian ayat pertama hingga ketiga Surah Al-Fath masuk dalam kategori ayat Al-Qur'an yang dapat dibaca sebagai zikir maupun pembuka majelis shalawat. Bacaan ini umum ditemukan dalam beberapa tradisi keagamaan, di antaranya:

  • Maulid Barzanji: Salah satu teks shalawat yang memuat ayat ini sebagai pembuka.

  • Maulid Diba': Tradisi pembacaan riwayat kelahiran Nabi Muhammad yang turut menyertakan ayat tersebut.

  • Dzikir Pembuka Majelis: Bacaan yang digunakan sebelum memulai rangkaian shalawat atau dzikir bersama.

Keutamaan Surah Al-Fath

Ilustrasi inna fatahna laka fathan mubina doa apa. Foto: Unsplash.

Masih bersumber dari buku Doa dan Zikir Mustajab (2024) oleh Wira Kautsari Wijayanti terdapat sejumlah riwayat hadis yang menjelaskan keutamaan Surah Al-Fath, termasuk potongan ayat 'inna fatahna laka fathan mubina'. Rasulullah SAW disebut sangat menyukai surah ini, sebagaimana sabda beliau saat surah tersebut turun:

"Sungguh telah diturunkan kepadaku pada suatu malam sebuah surah yang lebih aku sukai daripada dunia segenap isinya," (HR Bukhari dan Ahmad).

Riwayat lain menyebutkan bahwa Anas bin Malik menceritakan kondisi para sahabat yang diliputi kesedihan sepulang dari Hudaibiyah, hingga kemudian turun surah ini sebagai penghibur. Selain itu, Abdullah bin Mughaffal RA juga menyaksikan langsung ketika Rasulullah SAW membaca dan mengulang-ulang Surah Al-Fath pada hari penaklukan kota Makkah atau Fathu Makkah.

(FHK)

Baca juga: Dzikir Sesudah Sholat Fardhu dan Tata Caranya