Inna Nahnu Nazzalna, Penggalan Surat Al-Hijr Ayat 9 dan Isi Kandungannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai rasul terakhir yang diutus Allah, Nabi Muhammad menyempurnakan ajaran-Nya yang telah disampaikan oleh nabi-nabi sebelumnya. Beliau pun mendapatkan wahyu berupa Alquran sebagai petunjuk dalam menuntun umat manusia menuju kebenaran.
Akan tetapi, banyak kaum kafir yang tidak memercayainya. Mereka ragu bahwa kitab suci Alquran diturunkan kepada Muhammad dan ayat-ayat yang disampaikannya benar-benar berasal dari Allah SWT.
Untuk membuktikan pengakuan Nabi Muhammad, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hijr ayat 9 yang berbunyi “inna nahnu nazzalna dzikra wa inna lahu lahafizhun”. Apa isi kandungan ayat tersebut? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
Arti dan Isi Kandungan Inna Nahnu Nazzalna
Seperti yang dijelaskan, inna nahnu nazzalna dzikra wa inna lahu lahafizhun merupakan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang mengabaikan Alquran dan tidak percaya bahwa kitab tersebut diturunkan oleh-Nya kepada Muhammad melalui perantara malaikat Jibril. Allah berfirman:
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
Inna nahnu nazzalna dzikra wa inna lahu lahafizhun.
Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”
Menurut tafsir Kemenag, Surat Al-Hijr ayat 9 memberi jaminan tentang kesucian dan kemurnian Alquran selama-lamanya. Kesucian dan kemurnian Alquran tidak dapat ternodai oleh sedikit pun keraguan yang datang dari orang-orang kafir.
Lewat ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa Dia sendiri yang akan memelihara Alquran dari segala macam usaha untuk mengotorinya juga menambah, mengurangi, dan mengubah ayat-ayatnya.
Allah akan menjaga Alquran dari segala macam bentuk campur tangan manusia terhadapnya. Sehingga, apa yang disampaikan di dalam Alquran tetap murni dan tidak mengalami perubahan apa pun.
Akan datang saatnya di mana umat manusia akan membaca, menghafal, mempelajari, dan menggali isi kandungan Alquran guna memperoleh tuntunan akhlak dan budi pekerti yang baik, ilmu pengetahuan, serta pedoman menjalani hidup di dunia dan akhirat kelak.
Jaminan Allah terhadap pemeliharaan Alquran yang kekal itu ditegaskan lagi dalam firman-Nya:
يُرِيدُونَ لِيُطْفِـُٔوا۟ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ
Yurīdụna liyuṭfi`ụ nụrallāhi bi`afwāhihim, wallāhu mutimmu nụrihī walau karihal-kāfirụn.
Artinya: “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.” (QS. As-Shaff: 8)
Apa yang disampaikan Nabi Muhammad melalui dakwah dan nasihat-nasihatnya pun terbukti, sebab Alquran benar-benar menjadi pegangan umat Muslim dalam beribadah kepada Allah SWT hingga sekarang.
Itu sebabnya, kaum Muslimin harus ikut memelihara kemurnian Alquran dengan cara-cara sederhana, misalnya membaca Alquran dengan tajwid yang benar, mempelajari isi kandungannya, dan lain sebagainya.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Inna nahnu nazzalna dzikro wa inna lahu lahafizhun surat apa?

Inna nahnu nazzalna dzikro wa inna lahu lahafizhun surat apa?
Surat Al-Hijr ayat 9.
Apa arti dari surat Al-Hijr ayat 9?

Apa arti dari surat Al-Hijr ayat 9?
Surat tersebut merupakan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang mengabaikan Alquran.
Apa keistimewaan Alquran dalam Surat Al-Hijr ayat 9?

Apa keistimewaan Alquran dalam Surat Al-Hijr ayat 9?
Surat Al-Hijr ayat 9 memberi jaminan tentang kesucian dan kemurnian Alquran selama-lamanya.
