Isi Kandungan An Nur Ayat 34 tentang Kabar Bohong yang Menimpa Keluarga Nabi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat An Nur artinya adalah cahaya. Surat ini terdiri atas 64 ayat dan termasuk dalam golongan surat Madaniyyah. Lalu, apa isi kandungan An Nur ayat 34? Simak penjelasannya berikut ini.
وَ لَقَدۡ اَنۡزَلۡنَاۤ اِلَیۡکُمۡ اٰیٰتٍ مُّبَیِّنٰتٍ وَّ مَثَلًا مِّنَ الَّذِیۡنَ خَلَوۡا مِنۡ قَبۡلِکُمۡ وَ مَوۡعِظَۃً لِّلۡمُتَّقِیۡنَ
Artinya: “Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. An Nur ayat 34)
Kandungan An Nur Ayat 34
Mengutip situs resmi Kementerian Agama RI (Kemenag), kandungan An Nur ayat 34 ini merupakan penutup uraian kelompok ayat-ayat tentang kabar bohong yang menimpa keluarga Nabi serta petunjuk-petunjuk yang berkaitan dengan isu tersebut.
Allah telah menurunkan ayat-ayat-Nya dengan jelas dan baik karena menyangkut hukum yang sangat berguna bagi kebahagiaan manusia. Begitu pula Allah telah menurunkan kisah-kisah yang dapat menjadi contoh dan teladan yaitu kisah rasul-rasul dan umat-umat yang terdahulu seperti kisah Nabi Yusuf, kisah Maryam dan sebagainya.
Selanjutnya, tergantung kepada manusia itu sendiri apakah ia akan mengambil manfaat dari syariat dan kisah-kisah itu. Atau ia tetap berpaling, tidak mengindahkan ajaran dan contoh teladan itu. Tetapi ajaran dan kisah-kisah itu tentu sangat bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
Berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir, kandungan An Nur ayat 34 ini adalah Allah SWT menjelaskan hukum dari menentang perintah-Nya. Simak penjelasannya berikut ini.
وَلَقَدْ أَنزلْنَا إِلَيْكُمْ آيَاتٍ مُبَيِّنَاتٍ
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian ayat-ayat yang memberi penerangan.”
Kalimat ini menjelaskan bahwa Alquran di dalamnya terdapat ayat-ayat yang jelas dan juga diterangkan.
وَمَثَلا مِنَ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ
Artinya: “Dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kalian.”
Kalimat ini menjelaskan contoh dari berita perihal umat-umat terdahulu dan azab yang menimpa mereka. Semua itu disebabkan karena menentang perintah-perintah Allah SWT, seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفًا وَمَثَلا لِلآخِرِينَ
“Dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (Az-Zukhruf: 56)
وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: “Dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”
Maksud dari kalimat ini adalah contoh-contoh tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi orang yang bertakwa kepada Allah dan takut kepada-Nya.
Ali bin Abi thalib berkata tentang Alquran: "Di dalamnya terdapat hukum-hukum (yang dapat dijadikan pedoman) kisah-kisah umat dahulu, dan berita tentang yang akan terjadi kemudian. Dialah yang membedakan (antara yang hak dan yang batil) bukan kata-kata yang tidak berguna (sekadar untuk main-main saja). Siapa saja mengabaikannya meski bagaimana pun kuatnya akan dipatahkan oleh Allah. Siapa saja yang mencari petunjuk (dengan berpedoman) kepada selain Al-Qur'an, Allah akan menyesatkannya."
(NDA)
