Konten dari Pengguna

Isi Kandungan Surat Al Kafirun dan Asbabun Nuzulnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Alquran. Foto: Pixabay

Surat Al Kafirun merupakan surat ke-109 pada juz 30 dalam Alquran yang diturunkan di Mekkah sehingga tergolong dalam surat Makiyyah. Secara garis besar, kandungan surat Al Kafirun membahas perihal orang-orang kafir Quraisy pada masa Nabi Muhammad SAW.

Penasaran dengan isi kandungan surat Al Kafirun selengkapnya? Artikel di bawah ini akan membahas tuntas asbabun nuzul atau latar belakang turunnya surat Al Kafirun yang menarik untuk disimak.

Isi Kandungan Surat Al Kafirun

Dijelaskan dalam buku Intoleransi dalam buku pendidikan Islam? oleh Didin Syafruddin dan Hamid Nasuhi, surat Al Kafirun berkisah tentang Nabi Muhammad SAW yang tidak mau mengikuti tata cara ibadah kaum Kafir Quraisy di zamannya.

Meski demikian, Nabi Muhammad SAW tidak menghina ajaran yang dianut oleh kaum Kafir Quraisy tersebut. Bahkan, beliau mempersilahkan mereka untuk beribadah sesuai caranya sendiri.

Alquran. Foto: Pixabay

Padahal, kaum kafir Quraisy pada masa itu selalu mencari cara untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan agama Islam. Mereka juga pernah mencoba mengajak beliau untuk berkompromi.

Orang Kafir Quraisy menawarkan, apabila Nabi Muhammad SAW mengikuti ajarannya, mereka pun juga akan menyembah Tuhan sebagaimana konsep yang diajarkan dalam Islam.

Kata mereka, “Wahai Muhammad, ikutilah agama kami, kami pun akan mengikuti agama kamu. Kamu menyembah tuhan-tuhan kami selama satu tahun, nanti kami juga menyembah tuhanmu selama satu tahun pula. Jika ternyata agamamu yang benar, maka kami pun sudah memperoleh kebenaran. itu. Dan apabila ternyata agama kami yang benar, maka kamu pun telah memperoleh kebenaran itu."

Mendengar ajakan tersebut, Nabi Muhammad SAW langsung berdoa kepada Allah SWT, beliau berkata, "Saya mohon perlindungan Allah agar tidak mempersekutukannya dengan yang lain."

Tidak lama setelah peristiwa itu, Allah SWT pun menurunkan surat Al Kafirun kepada Nabi Muhammad SAW. Surat ini merupakan bentuk penegasan Allah SWT kepada kaum Kafir Quraisy bahwa tidak boleh mencampuradukkan agama dan aqidah.

Alquran. Foto: Pixabay

Dituliskan dalam buku Manajemen Kerukunan Umat Beragama: Solusi Menuju Harmoni oleh Erina Dwi Parawati, dkk, berdasarkan kisah di atas, kesimpulan dari isi kandungan surat Al Kafirun yakni:

  • Menolak dengan tegas ajakan kaum kafir Quraisy untuk menyembah berhala walau sesaat dan dengan tujuan apapun.

  • Menunjukkan perbedaan sesembahan dan ibadah yang dilakukan kaum Muslimin dengan orang-orang selain mereka.

  • Menegaskan bahwa tidak ada kompromi dalam perkara agama dan aqidah. Selain itu, tidak diperbolehkan pula memadukan dua aqidah yang berbeda.

  • Menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak akan menyembah apapun selain Allah SWT.

  • Mengajarkan toleransi untuk tidak memaksa orang lain dalam beribadah.

  • Memberitahukan bahwa agama adalah sebagaimana pilihannya, dan semua orang akan mendapatkan balasan sesuai pilihan yang diambil.

Surat Al Kafirun dan Terjemahannya

Alquran. Foto: Pixabay

Berikut bacaan surat Al Kafirun dan terjemahannya, yang dikutip dari buku Juz Amma Tajwid Berwarna & Terjemahannya oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani.

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ

1. qul yā ayyuhal-kāfirụn

Artinya: "Katakanlah: Hai orang-orang kafir,"

لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

2. lā a’budu mā ta’budụn

Artinya: "Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah."

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

3. wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

Artinya: "Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah."

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ

4. wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum

Artinya: "Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,"

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

5. wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

Artinya: "dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah."

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ

6. lakum dīnukum wa liya dīn

Artinya: "Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa arti dari ayat ke 3 surat Al Kafirun?

chevron-down

Arti dari ayat ke 3 surat Al Kafirun, yakni: "Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah"

Apa terjemahan Alquran surat Al Kafirun ayat 6?

chevron-down

Terjemahan surat Al Kafirun ayat 6: "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

Bagaimana bunyi ayat ke 6 surat Al Kafirun?

chevron-down

Lafal ayat ke 6 surat Al Kafirun adalah: "lakum dīnukum wa liya dīn."