Isi Modul P5 Bangunlah Jiwa Raganya Fase E dan Cara Membuatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penyusunan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), guru diberikan keleluasaan untuk menentukan tema dan topik yang sesuai. Misalnya dengan membuat Modul P5 Bangunlah Jiwa dan Raganya fase E untuk jenjang SMA/SMK sederajat. Bagaimana formatnya?
Dijelaskan dalam laman Kemdikbud, Modul P5 memang dirancang untuk mendorong tercapainya profil pelajar Pancasila. Lewat strategi ini, guru diharapkan bisa menemani proses pembelajaran peserta didik untuk menumbuhkan kapasitas dan membangun karakternya.
Dalam pembuatan modul tersebut, pendidik bisa fokus merencanakan tujuan, langkah, media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Inspirasinya bisa didapatkan dari platform Merdeka Mengajar atau sumber lain.
Kira-kira, apa saja isi Modul P5 Bangunlah Jiwa dan Raganya fase E yang bisa disertakan? Simak penjelasannya berikut ini.
Isi Modul P5 Bangunlah Jiwa dan Raganya Fase E
Tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya Fase E” pada modul P5 bisa disusun untuk pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Materinya juga bisa memuat budaya satuan pendidikan dan projek khusus untuk penguatan profil pelajar Pancasila.
Biasanya, modul P5 memuat bab-bab yang terdiri atas deskripsi kegiatan, dimensi profil, tujuan umum, tujuan khusus, langkah kegiatan fasilitator, langkah kegiatan calon taruna, rubrik penilaian, serta refleksi fasilitator dan calon taruna.
Isi kegiatannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap pendidik dalam proses pembelajaran. Berikut beberapa contoh aktivitasnya yang bisa Anda pilih:
1. Kesamaptaan Jasmani 1 (sarapan pagi)
Kegiatan makan pagi bersama yang diikuti oleh seluruh peserta.
Peserta yang terlibat yaitu fasilitator dan siswa.
Dilaksanakan dengan mengikuti prosedur pelaksanaan makan pagi atau siang calon taruna.
Siswa bawa bekal makan dan minum sendiri dari rumah masing-masing.
Dilakukan dalam barisan dengan posisi duduk lesehan di tengah lapangan dan saling berhadapan.
Dimulai dengan yel-yel, doa, dan aba-aba di bawah komando instruktur.
2. Penilaian Performa Diri (PPD)
Merupakan kegiatan rutin untuk pemeriksanaan seragam dan kelengkapan atribut seragam.
Personal yang terlibat yaitu instruktur dan siswa.
Dilaksanakan dengan mengikuti prosedur pelaksanaan cek kelengkapan calon taruna.
Dalam posisi sikap sempurna (masih dalam posisi sebelum dibubarkan apel), setiap siswa diperiksa kelengkapan seragam dan atributnya, pemeriksaan dilakukan oleh instruktur dan beberapa anak staf yang ditunjuk.
Siswa yang tidak lengkap diberikan sanksi sesuai prosedur.
3. Apel Pagi atau Sore
Merupakan kegiatan sejenis upacara tetapi tanpa mengibarkan bendera secara langsung pada saat itu karena bendera sudah dikibarkan sebelum apel dilakukan.
Personal yang terlibat yaitu instruktur, siswa, dan pembina apel.
Dilaksanakan dengan mengikuti prosedur tata upacara apel pagi atau sore calon taruna.
Ada amanat apel yang disampaikan pembina apel dari guru, instruktur, atau siswa senior yang ditunjuk.
4. Upacara Bendera Hari Senin & Upacara PHBN
Upacara bendera hari Senin merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Senin pagi yang diikuti oleh seluruh elemen sekolah.
Upacara PHBN merupakan kegiatan upacara di momen-momen tertentu sesuai dengan tanggal peringatan hari-hari besar nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah (yaitu peringatan HUT RI tgl 17 Agustus, Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, dan Hari Pahlawan 10 November).
Petugas yang terlibat yaitu kepala sekolah, guru, TU, fasilitator, instruktur, dan siswa.
Upacara dilaksanakan dengan mengikuti prosedur pelaksanaan TUM atau TUS.
5. Gerakan Literasi Sekolah
GLS merupakan program rutin yang diselenggarakan sekolah setiap hari Rabu pagi sebelum KBM.
Bentuk kegiatannya adalah dengan mengumpulkan siswa secara masal di lapangan upacara, Kemudian fasilitator akan memberikan bahan bacaan kepada siswa yang harus dibaca, kemudian dirangkum dan dipresentasikan di pekan berikutnya.
Petugas yang terlibat tim guru Bahasa Indonesia, fasilitator, instruktur, dan siswa.
(MSD)
