Konten dari Pengguna

Isi Surat An-Nisa Ayat 146, Perintah Ikhlas dan Bertobat bagi Orang Munafik

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi surat An-Nisa ayat 146. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi surat An-Nisa ayat 146. Foto: Freepik.

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu ikhlas dalam melakukan segala ibadah. Perintah ikhlas juga dijelaskan dalam berbagai surat di Alquran.

Salah satunya surat An-Nisa ayat 146 yang bunyinya:

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَۗ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا

Artinya: Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.

Dikutip dari buku Manajemen SDM: Teori dan Aplikasi Pada Bank Umum Syariah oleh Muhdar, surat An-Nisa ayat 146 menjelaskan tentang orang-orang yang ikhlas dalam beramal akan mendapat ganjaran besar. Allah menjanjikan kepada orang yang selalu beramal saleh, rendah diri, dan ikhlas dalam beribadah akan ditempatkan di surga pada hari Kiamat.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ikhlas merupakan syarat mutlak diterimanya ibadah seseorang. Di samping itu, seseorang yang memiliki sifat ikhlas di dalam hatinya akan selalu diliputi ketenangan dan kedamaian.

Hal di atas didukung dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud ra yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga hal yang tidak boleh hati seorang mukmin iri terhadapnya adalah ikhlas dalam beramal, memberi nasihat kepada pemimpin, dan melanggengkan kebersamaan dengan jamaah." (HR. Ahmad)

Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dalam surat tersebut, dijelaskan juga bahwa orang-orang yang berbuat kemunafikan dan kejahatan tetap bisa merasakan nikmat Tuhan asalkan mau bertobat.

Syarat Penerimaan Tobat Orang Munafik

Ilustrasi isi surat An-Nisa ayat 146. Foto: Freepik.

Dalam surat An-Nisa ayat 146, Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang tersebut masih diberi kesempatan untuk bertobat selama ajal belum menjemput. Taufiqurrahman dalam jurnal Ikhlas Dalam Perspektif Alquran menyebutkan, ada beberapa syarat penerimaan tobat untuk orang munafik, antara lain:

  • Menyesali perbuatan yang pernah dilakukan dengan berusaha melakukan amalan saleh yang dapat menghilangkan sifat munafik.

  • Mulai membiasakan untuk berlaku jujur dalam ucapan maupun tindakan dan shalat dengan khusyuk, baik di hadapan orang maupun di saat sendiri.

  • Berpegang teguh kepada Allah dengan menyandarkan segala amal perbuatan hanya untuk mencari ridha Allah semata.

  • Berperilaku baik sesuai ajaran Alquran dan hadits serta menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

  • Mendekatkan diri kepada Allah dengan hanya memohon pertolongan kepada-Nya, baik di waktu senang maupun susah.

Ketulusan tersebut akan terlihat dari konsistensi atas permohonan dan pengabdian kepada-Nya dengan mengerahkan segala usaha untuk selalu berperilaku baik dan ikhlas.

Apabila orang-orang munafik melakukan hal tersebut, Allah berjanji akan memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang mukmin di hari akhir nanti. Bahkan, mereka akan diberi ganjaran seperti yang didapat oleh golongan orang-orang mukmin.

(IPT)