Konten dari Pengguna

Isi Teks Sumpah Pemuda dan Sejarah Singkatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peserta Kongres Pemuda Kedua 1928 berfoto bersama di halaman gedung Kramat raya 106. Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Peserta Kongres Pemuda Kedua 1928 berfoto bersama di halaman gedung Kramat raya 106. Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Sumpah Pemuda merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Indonesia yang selalu diperingati pada setiap tanggal 28 Oktober. Isi Sumpah Pemuda dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita para pemuda Indonesia.

Berdasarkan sejarah, awal terlahirnya Sumpah Pemuda didasari dari keputusan Kongres Pemuda II. Kongres tersebut berlangsung selama dua hari, mulai dari 27-28 Oktober 1928,

Tak hanya tanggal, Kongres Pemuda II juga diselenggarakan di dua tempat berbeda. Yang pertama berlokasi di Kathilikee Jongelingen Bond atau Gedung Pemuda Katolik. Sedangkan tempat lainnya berlokasi di Gedung Oost Java di Jalan Medan Medeka Utara, Jakarta Pusat.

Museum Sumpah Pemuda. Foto: .Shika Arimasen Michi/kumparan

Kongres Pemuda II memiliki beberapa tujuan, antara lain untuk melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia, membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia, serta memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia.

Dengan tujuan-tujuan tersebut, tak heran bila kongres dihadiri oleh para pemuda Indonesia dari latar belakang yang berbeda-beda. Bahkan jumlah peserta tercatat lebih banyak daripada Kongres Pemuda I yang sebelumnya diselenggarakan pada 30 April-2 Mei 1926 di Batavia.

Para peserta yang datang berasal dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun dan lainnya.

Selain itu, Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok, dan Tjio Djien Kwie yang tidak diketahui organisasi asalnya juga datang. Mereka datang sebagai perwakilan pemuda keturunan kaum Tionghoa di Indonesia.

Museum Sumpah Pemuda Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Pembacaan isi Sumpah Pemuda dilakukan di rumah pondokan atau asrama pelajar milik seorang keturunan Tionghoa bernama Sie Kok Liong. Rumah tersebut berlokasi di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat yang kini dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda.

Menghabiskan waktu dua hari, para pemuda akhirnya berhasil merumuskan tiga janji yang disebut Sumpah Pemuda. Berikut ini adalah isi teks Sumpah Pemuda.

Pertama:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kedua:

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga:

Kami putra dan putri Indonesia menjungjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

(Rav)