Konten dari Pengguna

Ivermectin, Obat Cacing yang Berpotensi Membunuh Virus Corona

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi obat untuk virus corona. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat untuk virus corona. Foto: Shutterstock

Upaya pencarian obat dan vaksin untuk mengatasi infeksi virus corona masih terus berlanjut. Namun, sampai saat ini belum ada laporan dari banyak penelitian yang mengklaim telah menemukan obat untuk membunuh virus corona secara signifikan.

Meski begitu, penelitian yang telah dilakukan oleh banyak ilmuwan di dunia tidak sepenuhnya sia-sia. Dari penelitian tersebut, ditemukan berbagai obat yang bisa dijadikan alternatif untuk meminimalisir perkembangan virus SARS-CoV-2 itu.

Salah satu temuan yang belum lama ini dipublikasikan oleh Antiviral Research mengungkapkan bahwa obat antiparasit ivermectin berpotensi untuk mengobati pasien covid-19.

Apa Itu Obat Ivermectin?

Ilustrasi obat ivermectin. Foto: Unsplash

Ivermectin termasuk dalam golongan obat anthelmintik. Obat ini digunakan untuk mengobati penyakit strongiloidiasis akibat infeksi cacing gelang jenis Strongyloides, serta penyakit onchocherchiasis akibat infeksi cacing gelang jenis Onchocerca volvulus.

Dalam mengobati strongyloidiasis, ivermectin bekerja dengan cara membunuh cacing penyebabnya. Sementara untuk onchocherchiasis, ivermectin hanya dapat membunuh larva dari cacing tersebut.

Tak hanya itu, ivermectin juga efektif dalam mengobati penyakit infeksi cacing lainnya seperti filariasis. Bahkan, penelitian secara in vitro yang dilakukan oleh Dr Kylie Wagstaff dan Profesor David Jans dari Monash Biomedicine Discovery Institute mengungkapkan bahwa obat ini efektif dalam melawan berbagai virus.

Penelitian yang telah dilakukan selama lebih dari 10 tahun itu menunjukkan virus HIV, dengue, influenza, dan zika dapat diobati dengan ivermectin. Ini yang mendasari ivermectin juga diuji dalam mencari penawar virus corona jenis baru, yaitu SARS-CoV-2.

Selain itu, ivermectin juga telah tersedia secara global. Artinya, jika obat ini terbukti dapat melawan infeksi SARS-CoV-2, tidak akan ada negara yang kesulitan untuk mendapatkan ivermectin.

Diuji untuk SARS-CoV-2

Ilustrasi uji in-vitro. Foto: Unsplash

Proyek kolaborasi antara Monash Biomedicine Discovery Institute (BDI) dan Peter Doherty Institute mempublikasikan hasil temuannya dalam mencari obat SARS-CoV-2 menggunakan ivermectin. Meski penelitian baru dilakukan secara in vitro atau lingkungan buatan di luar tubuh makhluk hidup sebenarnya, hasil yang didapat cukup memuaskan.

Dalam penelitian tersebut, ivermectin mampu menghentikan pertumbuhan virus corona dalam sel kultur selama 48 jam. Cara kerja ivermectin terhadap virus corona masih belum diketahui secara pasti, namun tampaknya obat ini dapat menghentikan virus dengan cara melemahkan kemampuan sel inang.

“Kami menemukan bahwa dosis tunggal Ivermectin pada dasarnya dapat membunuh virus jenis RNA dalam jangka waktu 48 jam. Bahkan dalam 24 jam pertama, kami menemukan dampak pelemahan yang sangat signifikan,” ungkap Wagstaff, pemimpin penelitian tersebut, dikutip dari keterangan pers di Eurek Alert.

Kendati demikian, uji coba klinis tetap diperlukan untuk mendapatkan data yang kredibel serta keefektifannya dalam melawan virus SARS-CoV-2. Dalam waktu dekat, Wagstaff berencana melanjutkan penelitian tersebut untuk mencari dosis yang tepat bagi manusia.

Dengan temuan baru tersebut, Wagstaff juga optimistis bahwa ivermectin dapat menjadi obat alternatif saat vaksin virus corona belum ditemukan.

(RAA)