Konten dari Pengguna

Jadwal Pawai Ogoh-Ogoh 2024 dan Rangkaian Acaranya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pawai Ogoh-Ogoh adalah parade tradisional di Bali, Indonesia, yang dilakukan sehari sebelum hari raya Nyepi atau Pengrupukan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Pawai Ogoh-Ogoh adalah parade tradisional di Bali, Indonesia, yang dilakukan sehari sebelum hari raya Nyepi atau Pengrupukan. Foto: Pexels.com

Pawai Ogoh-Ogoh 2024 telah menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh masyarakat, baik lokal maupun internasional. Momen ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi perayaan budaya yang membanggakan.

Pawai Ogoh-ogoh adalah sebuah tradisi yang dilakukan masyarakat Bali sebelum Hari Raya Nyepi. Budaya ini telah diturunkan secara turun-temurun.

Saat ini, pawai ogoh-ogoh juga telah menjadi warisan budaya Bali yang memberikan hiburan dan pengalaman yang berharga bagi masyarakat serta wisatawan yang hadir.

Apa Itu Pawai Ogoh-Ogoh?

Pawai Ogoh-ogoh adalah sebuah tradisi di Bali, Indonesia, yang dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi. Foto: Pexels.com

Menurut Didin Syafiruddin dalam buku Potret Guru Agama, pawai Ogoh-Ogoh adalah parade tradisional di Bali, Indonesia, yang dilakukan sehari sebelum hari raya Nyepi atau Pengrupukan. Ogoh-Ogoh sendiri merujuk pada patung atau boneka yang menjadi simbolisasi unsur negatif, sifat buruk, dan kejahatan yang ada di kehidupan manusia.

Parade ini dimaksudkan untuk mengusir kekuatan negatif dari lingkungan sekitar. Ogoh-Ogoh menggambarkan kepribadian "Bhuta Kala", tokoh yang diarak sebelum hari raya Nyepi. Pawai ini menjadi ikon ritual yang secara tradisi dilakukan dalam kebudayaan Bali.

Baca Juga: 5 Ciri Khas Budaya Bali yang Perlu Dilestarikan

Kapan Pawai Ogoh-Ogoh 2024?

Pawai Ogohh-Ogoh 2024 akan dilaksanakan sehari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi. Foto: Pexels.com

Dinas Pariwisata Provinsi Bali telah mengumumkan jadwal Pawai Ogoh-ogoh 2024 di Bali. Menurut situs resmi Dispar Bali, acara tersebut akan berlangsung di Kota Denpasar, Bali, pada Minggu, 10 Maret 2024.

Pawai Ogoh-ogoh 2024 adalah perayaan tradisional di mana boneka raksasa akan diarak keliling desa atau wilayah tertentu menjelang malam sebelum Hari Raya Nyepi. Acara ini akan diselenggarakan di Perempatan Catur Muka, Denpasar.

Baca Juga: 6 Kesenian dan Budaya Bali yang Harus Dilestarikan

Rangkaian Acara Pawai Ogoh-ogoh

Tradisi upacara ogoh-ogoh dalam budaya  Bali terdiri dari tahapan yang dilakukan jauh sebelum perayaan dilaksanakan hingga selesai. Foto: Pexels.com

Tradisi upacara ogoh-ogoh dalam budaya Bali terdiri dari beberapa tahapan yang dilakukan jauh sebelum perayaan dilaksanakan hingga selesai. Dirangkum dari jurnal Tradisi Upacara Ogoh-ogoh oleh Mohammad Syamsudin Alfattah, berikut rangkaian perayaan upacara Ogoh-Ogoh:

1. Melasti

Tradisi Melasti menjadi langkah awal yang sangat penting dalam perayaan ogoh-ogoh. Melalui upacara ini, umat Hindu membersihkan diri secara spiritual. Ritual pembersihan ini bertujuan untuk menyucikan roh dan menyiapkan diri menuju perayaan ogoh-ogoh yang sarat makna.

2. Tawur Kesanga

Tawur Kesanga dilaksanakan sehari sebelum ibadah Nyepi. Upacara ini dilakukan dengan berrdoa, menyiapkan sajian spesial, dan sembahyang tilem.

Tawur Kesanga menjadi momen sakral dalam menyambut Nyepi. Momen ini dapat dimanfaatkan umat Hindu untuk merenung dan mempersiapkan diri secara spiritual.

3. Pawai Ogoh-Ogoh

Puncak perayaan terjadi dalam Pawai Ogoh-Ogoh. Boneka raksasa diarak megah mengelilingi kota sebelum akhirnya dibakar pada saat senja. Proses pembakaran ogoh-ogoh memiliki makna mendalam, yakni untuk mengusir roh jahat sebelum memasuki ibadah Nyepi.

4. Catur Brata Penyepian

Tahapan keempat yakni Catur Brata Penyepian atau ibadah Nyepi, mengajarkan umat Hindu untuk menahan diri dari empat hal: tidak menyalakan api, tidak berpergian, tidak bersenang-senang, dan tidak bekerja. Hari ini diyakini sebagai momen refleksi dan penyucian diri.

5. Ngembak Geni

Tahapan terakhir, Ngembak Geni, menyimbolkan pemulihan setelah ibadah Nyepi. Umat Hindu dapat kembali menjalani aktivitas yang sebelumnya dilarang. Tahapan ini merupakan akhir dari serangkaian perayaan ogoh-ogoh yang kaya makna.

(SAI)