Konten dari Pengguna

Jamak Taqdim: Pengertian, Ketentuan, dan Niat Sholatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sholat jamak taqdim. Foto: Medium
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sholat jamak taqdim. Foto: Medium

Pada situasi tertentu, khususnya bagi musafir atau yang sedang melakukan perjalanan jauh, umat Muslim diperbolehkan untuk menyederhanakan sholatnya dengan sholat jamak. Sholat jamak ada dua macam, yaitu jamak taqdim dan jamak takhir. Jamak taqdim sendiri adalah melakukan dua sholat fardhu pada waktu sholat yang pertama.

Mengutip buku Shalat Qashar Jama’ oleh Amad Sarwat, Lc., M.A, jamak taqdim terbagi lagi menjadi dua bentuk. Pertama, sholat Dzuhur dilakukan langsung berurutan dengan shalat Ashar dan dilakukan pada waktu Dzuhur. Kedua, sholat Maghrib dan sholat Isya dilakukan secara berurutan pada waktu Maghrib.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sholat Dzuhur hanya bisa dijamak dengan sholat Ashar. Begitupun dengan sholat Maghrib yang hanya bisa dijamak dengan sholat Isya. Sementara, sholat Subuh tidak bisa dijamak karena harus dilakukan pada waktunya sendiri.

Ketentuan Sholat Jamak Taqdim

Sholat jamak tidak berlaku untuk setiap perjalanan yang ditempuh. Mengutip buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP/MTs oleh Tim Duta Madani ada beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut:

  • Perjalanan tersebut bukan bertujuan untuk hal yang maksiat.

  • Jarak yang ditempuh minimal mencapai farsakh atau menurut beberapa pendapat ulama 80 KM, 80 KM, 64 KM, 94,5 KM.

  • Harus dilakukan selama masih berada dalam perjalanan.

  • Dilakukan setelah keluar dari batas desa.

Ilustrasi sholat. Foto: iStock

Niat Jamak Taqdim

Tata cara sholat jamak taqdim dan jamak takhir sama dengan sholat biasa, perbedaannya hanya terletak pada niat. Bagaimana bacaan niatnya?

Niat sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar

Ushollii fardlozh dzuhri arbaa rakaaatin majmuuan maal ashri adaa-an lillaahi taaalaa.

Artinya: Aku sengaja sholat fardu Dzuhur 4 rakaat yang dijamak dengan Ashar, fardu karena Allah Taaala.

Setelah selesai menunaikan sholat Dzuhur, tanpa dzikir atau mengobrol, langsung dilanjutkan sholat Ashar dengan bacaan niat:

Ushollii fardlozh ashri arbaa rakaaatin majmuuan maal dzuhri adaa-an lillaahi taaalaa.

Artinya: Aku berniat sholat Ashar 4 rakaat dijamak dengan Dzuhur, fardu karena Allah Taaala.

Niat sholat jamak taqdim untuk Maghrib dan Isya

Ushollii fardlozh maghribi tsalaatsa rakaaatin majmuuan maal isyaai jama taqdiimin adaa-an lillaahi taaalaa.

Artinya: Aku sengaja sholat fardu Maghrib 3 rakaat yang dijamak dengan Isya, dengan jamak taqdim fardu karena Allah Taaala.

Setelah selesai menunaikan sholat Maghrib, langsung berlanjut ke sholat Isya dengan bacaan niat:

Ushollii fardlozh isyaai arbaa rakaaatin majmuuan maal maghiribi jama taqdiimin adaa-an lillaahi taaalaa.

Artinya: Aku berniat sholat Isya empat rakaat dijamak dengan Magrib, dengan jama taqdim fardu karena Allah Taaala.

(ADS)