Konten dari Pengguna

Janji Allah kepada Orang yang Berkata Jujur Berdasarkan Alquran dan Hadits

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Alquran. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Alquran. Foto: Freepik.

Jujur adalah salah satu akhlak yang terpuji dan dicintai Allah SWT. Janji Allah kepada orang yang berkata jujur adalah ampunan atas segala dosa serta pahala yang besar berupa surga di akhirat.

Karena dituntut untuk selalu berkata jujur, umat Islam yang beriman tentu dilarang berkata bohong. Sebab, bohong atau dusta merupakan sifat atau akhlak yang tercela.

Orang yang menegakkan kebenaran atau kejujuran akan masuk golongan sebagai Ash-Shiddiq atau orang jujur di sisi Allah. Hal ini tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, sebagaimana dikutip dari buku Fiqih untuk Pemula, Sebuah Pedoman Belajar Fiqih dalam Kehidupan Sehari-hari oleh RD Moch Firdy Adi.

Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian selalu berbuat benar atau jujur, karena kebenaran akan menuntun kepada kebaikan. Dan kebaikan akan menuntun jalan ke surga. Jika seseorang seallau berbuat jujur dan bersungguh-sungguh dengan kebenarannya, dia akan ditulis di sisi Allah sebagai Ash-Shiddiq atau orang benar atau jujur.

Maka, jauhkanlah dirimu dari bohong karena bohong akan menuntut kepada kedurhakaan dan menuntunmu ke jalan neraka. Jika seseorang selalu bohong dan bersungguh-sungguh dengan kebohongannya, dia akan ditulis disisi Allah sebagai orang pembohong.” (HR. Bukhari Muslim)

Janji Allah kepada orang yang jujur juga dijelaskan dalam riwayat hadits Ahmad dari Ubadah bin Shanit ra. Rasulullah SAW bersabda:

“Berilah jaminan ke padaku atas enam perkara, maka aku akan memberi kalian jaminan masuk surga. Jujurlah apabila kalian berbicara, tepatilah janji apabila kalian berjanji, laksanakanlah amanat, jagalah kemaluan kalian, tundukkan pandangan kalian (dari memandang yang diharakan) dan tahanlah tangan kalian (tidak menyakiti orang lain).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Hakim).

Orang yang jujur akan diberikan ganjaran oleh Allah berupa ampunan dan pahala yang besar. Hal ini tertuang dalam Alquran surat Al Ahzab ayat 35 berikut:

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kejujuran memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Akhlak tersebut selalu dianjurkan oleh agama dan mempunyai keutamaan serta manfaat bagi yang melakukannya, baik di dunia maupun di akhirat. Apa saja?

Keutamaan perilaku jujur

Ilustrasi Alquran. Foto: Freepik.

Setidaknya ada tiga manfaat bagi orang yang jujur dalam perkataan maupun perbuatan menurut buku Rahasia Agar Panjang Umur dan Banyak Pahala oleh Muhammad Fadlun, S.Pd.I.

1. Jujur membuat perasaan nyaman dan hati tenang

Diriwayatkan oleh Hasan bin Ali, Rasulullah SAW bersabda, “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju perkara yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah keraguan.” (HR. Turmudzi)

2. Mendapat pahala seperti orang syahid di jalan Allah

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meminta mati syahid dengan jujur, maka Allah akan mengantarkannya dalam golongan orang-orang syahid, walaupun ia mati di atas kasurnya.” (HR. Muslim)

3. Selamat dari bahaya

Diriwayatkan oleh Manshur bin Mu’tamir, Rasulullah SAW bersabda, “Berperangailah selalu dalam kejujuran! Jika engkau melihatnya jujur itu mencelakakan maka pada hakikatnya, ia merupakan keselamatan.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya)

(IPT)