Jawaban Survei Kesejahteraan Psikologis Guru dan Contoh Soalnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seluruh guru di sekolah negeri maupun swasta, baik yang berstatus ASN maupun non-ASN, diminta untuk berpartisipasi dalam Survei Kesejahteraan Psikologis. Pengisian instrumen ini berlangsung hingga 14 Agustus 2026 mendatang.
Dalam survei tersebut, tidak ada jawaban yang benar atau salah, sehingga guru diharapkan untuk menjawab setiap pertanyaan secara jujur sesuai dengan kondisi dan pengalaman masing-masing. Hasil survei nantinya digunakan sebagai salah satu dasar dalam mendukung pengembangan program dan kebijakan yang lebih baik.
Bagi guru yang ingin mengetahui seperti apa pertanyaan yang terdapat dalam survei, simak contoh soal dan jawaban Survei Kesejahteraan Psikologis Guru berikut ini.
Jawaban Survei Kesejahteraan Psikologis Guru
Pengisian survei untuk guru dapat dilakukan melalui laman supervisi.gtk.kemendikdasmen.go.id, sedangkan kepala sekolah dapat mengaksesnya di app.kspstendik.kemendikdasmen.go.id/survei-ks. Instrumen survei terdiri atas lima tahap, yaitu Pengantar, Survei Kesejahteraan Psikologis Guru, Persepsi Terhadap Tugas, Demografi, dan Penutup.
Dirangkum dari kanal YouTube Belajar Mandiri Channel, berikut contoh soal dan jawaban Survei Kesejahteraan Psikologis Guru.
1. Survei Kesejahteraan Psikologis Guru
Pada bagian ini, guru diminta memberikan penilaian terhadap sejumlah pernyataan yang berkaitan dengan kondisi psikologis, pengalaman kerja, serta keseharian dalam menjalankan peran sebagai guru selama enam bulan terakhir.
Pilihan jawaban yang tersedia meliputi Sangat Tidak Sesuai, Kurang Sesuai, Sesuai, dan Sangat Sesuai. Berikut contoh pilihan jawaban yang dapat digunakan sebagai gambaran:
Kehadiran saya memberikan manfaat yang besar bagi murid. Jawaban: Sesuai
Saya ingin kembali ke masa lalu dan berpindah jalur karier. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Sebagai bagian dari masyarakat, saya aktif mengajak warga lain agar berperilaku dengan baik. Jawaban: Sesuai
Jika murid berbuat salah, saya lebih dulu mendengarkan alasannya sebelum memproses lebih jauh. Jawaban: Sesuai
Saya merasa bertanggung jawab untuk memajukan sekolah: Jawaban: Jawaban: Sangat Sesuai
Ketika memperoleh tekanan sosial, saya selalu berusaha untuk bertahan. Jawaban: Sesuai
Saya bahagia karena orang-orang di sekitar menghargai saya sebagai guru. Jawaban: Sesuai
Saya merasa tertekan karena perilaku saya sebagai guru selalu menajdi pusat perhatian: Jawaban: Kurang Sesuai
Saya yakin profesi guru merupakan profesi yang paling tepat untuk saya. Jawaban: Sangat Sesuai
Jika tidak diminta, saya lebih baik tidak terlalu aktif mengambil tanggung jawab di masyarakat. Jawaban: Kurang Sesuai
Saya dapat bekerja sama dengan baik. Jawaban: Sangat Sesuai
Makin besar kontribusi saya di sekolah, saya makin bahagia. Jawaban: Sesuai
Saya sedih ketika ada murid saya yang gagal dalam ujian/asesmen/tugas. Jawaban: Sesuai
Meskipun mendapat penolakan, saya tetap berusaha mempertahankan prinsip yang sesuai dengan aturan. Jawaban: Sangat Sesuai
Saat murid terlihat murung atau sulit fokus, saya mencoba mengajak berbicara secara pribadi. Jawaban: Sesuai
Saya ikuti ajakan rekan sejawat meskipun kurang sesuai dengan hati nurani. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Saya tidak tertarik mengikuti seminar atau pelatihan jika tidak wajib. Jawaban: Kurang Sesuai
Saya merasa tidak memiliki kelebihan yang bisa membantu perkembangan murid. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Saya bahagia menjadi sosok guru di mana pun berada. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya merasa puas ketika telah berhasil membuat murid memahami materi pelajaran. Jawaban: Sangat Sesuai
2. Persepsi Terhadap Tugas
Pada bagian Persepsi Terhadap Tugas, guru diminta menilai berbagai situasi yang berpotensi menjadi sumber tekanan atau beban dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Pilihan jawaban yang tersedia adalah Tidak Membebani, Sedikit Membebani, Membebani, serta Sangat Membebani hingga Mengganggu Kenyamanan. Berikut contoh pernyataan yang muncul dalam survei:
Kemampuan dasar murid yang rendah, seperti belum bisa atau belum lancar membaca, menulis, dan berhitung, sehingga sulit memenuhi tuntutan kurikulum. Jawaban: Sedikit Membebani.
Tanggung jawab untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar di kelas dengan perubahan perilaku yang berlaku. Jawaban: Membebani.
Tidak adanya dukungan konseling psikologis ketika menghadapi tekanan yang menyebabkan stres. Jawaban: Membebani.
Keterbatasan akses bahan ajar, seperti buku, alat peraga, preparat laboratorium, lembar kerja siswa, dll. Jawaban: Membebani.
Kurangnya perlindungan hukum bagi guru dan risiko yang muncul akibat pekerjaan. Jawaban: Membebani.
Membina murid yang belum tuntas KKM melalui program remedial di tengah keterbatasan waktu dan kurangnya minat murid untuk mengikutinya. Jawaban: Membebani.
Tugas membimbing murid dalam berbagai kegiatan di luar pembelajaran di kelas seperti lomba, kegiatan, ekstrakurikuler, jam belajar tambahan, proyek kolaborasi lintas mapel, dll. Jawaban: Membebani.
Tantangan dalam berinteraksi dengan atasan (kepala sekolah, pembina kepegawaian, dll) yang memiliki perbedaan dalam tata nilai, cara pandang, maupun gaya kerja. Jawaban: Sedikit Membebani.
Adanya permasalahan keluarga yang memengaruhi kinerja sebagai guru. Jawaban: Sedikit Membebani.
Menghadapi perbedaan kemampuan murid dalam satu kelas saat mengajar. Jawaban: Membebani.
Ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran yang tidak memadai, seperti ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium, termasuk fasilitas inklusi untuk murid berkebutuhan khusus. Jawaban: Membebani.
Keterbatasan perangkat teknologi baik perangkat digital (proyektor, dll) maupun perangkat pendukung (listrik, signal, dll). Jawaban: Membebani.
Menggunakan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Jawaban: Tidak Membebani.
Tantangan untuk menyusun soal dalam waktu yang terbatas, dengan mempertimbangkan kemampuan murid dan tetap memenuhi tuntutan standar kompetensi. Jawaban: Membebani.
Adanya keterbatasan akses yang disebabkan oleh kondisi geografis yang menantang, lalu lintas yang buruk, dan jarak penugasan yang jauh dengan lokasi tempat tinggal. Jawaban: Sangat Membebani.
Tuntutan peran sebagai guru yang harus menjadi teladan di masyarakat. Jawaban: Sedikit Membebani.
Besaran gaji dan tunjangan yang kurang sesuai, potongam tunjangan tanpa penjelasan transparan, keterlambatan pencairan gaji/tunjangan akibat administrasi yang berbelit, dan proses kenaikan pangkat yang sulit. Jawaban: Membebani.
Tugas untuk membuat soal ujian dan menilai hasil ujian serta melaporkan nilainpotonganya sesuai tenggat waktu yang disediakan secara objektif. Jawaban: Sedikit Membebani.
Adanya tugas administrasi non-pembelajaran yang berubah-ubah karena perubahan regulasi. Jawaban: Sedikit Membebani.
Tantangan dalam memahami karakter, nilai, serta gaya belajar murid. Jawaban: Sedikit Membebani.
3. Demografi
Pada bagian Demografi, guru diminta mengisi sejumlah informasi mengenai identitas diri, latar belakang pekerjaan, serta kondisi tempat tinggal. Data yang perlu dilengkapi meliputi:
Nama
Jenis kelamin
Usia
Status perkawinan
Jumlah tanggungan, baik pasangan, anak, orang tua, maupun anggota keluarga lainnya
Pendidikan terakhir
Masa kerja sebagai guru
Jenjang sekolah tempat mengajar, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK
Jenis sekolah, yaitu negeri atau swasta
Status kepegawaian, seperti PNS, PPPK, honorer, atau guru swasta
Tugas tambahan selain mengajar, seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, operator, atau ketua kelompok kerja guru
Jarak tempuh dari tempat tinggal ke sekolah
Domisili saat ini
Peran di masyarakat, baik sebagai pengurus organisasi formal maupun menjalankan peran nonformal di lingkungan masyarakat
Status kepemilikan tempat tinggal
Baca Juga: 30 Soal dan Kunci Jawaban Sulingjar Paket 5 Guru Umum 2026
(SA)
