Jelaskan Peran Komunitas dalam Pembangunan Berkelanjutan?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk komunitas atau masyarakat. Pada tingkat paling dasar, komunitas adalah sekelompok individu yang berbagi lokasi, identitas, atau minat yang sama.
Keterlibatan komunitas dapat menciptakan rasa memiliki terhadap program pembangunan, sehingga efektivitas dan keberlanjutannya pun meningkat. Tanpa partisipasi aktif komunitas, berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan lingkungan sering kali tidak berjalan optimal.
Untuk memahami peran komunitas dalam pembangunan berkelanjutan secara lebih lengkap, simak pembahasannya di bawah ini.
Jelaskan Peran Komunitas dalam Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dilakukan dengan prinsip jangka panjang dan berkesinambungan. Pembangunan ini harus mampu memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang.
Dalam Buku Pengembangan Sustainable Development Goals (SDGs) karya Herlin Garlinia Yudawisatra, dijelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan, seperti penipisan sumber daya alam, kerusakan lingkungan, polusi, perubahan iklim, peningkatan populasi, hingga penurunan kualitas hidup.
Dalam hal ini komunitas menjadi elemen penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan buku Kolaborasi dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia: Konsep dan Praktik 0leh Aditya Wisnu Pradana dkk, berikut beberapa peran komunitas:
1. Menjaga Keanekaragaman Hayati
Komunitas adat sering tinggal di wilayah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Mereka memiliki peran besar dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitarnya. Bentuk kontribusinya antara lain:
Melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang rusak.
Menerapkan larangan penebangan hutan secara sembarangan.
Menjaga habitat flora dan fauna agar tetap lestari.
2. Mengelola Sumber Daya Alam
Komunitas telah lama hidup berdampingan dengan alam dan memiliki pengetahuan tradisional mengenai pengelolaan sumber daya alam. Pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan yang ramah lingkungan. Contohnya:
Mengadakan pelatihan pertanian organik berkelanjutan.
Menggunakan sistem pertanian yang menjaga kesuburan tanah dan kerusakan lahan.
Memanfaatkan sumber air secara bijak untuk kebutuhan sehari-hari.
3. Melestarikan Budaya dan Tradisi
Setiap komunitas tentu memiliki budaya dan tradisi yang unik dan beragam. Pelestarian pengetahuan tradisional tersebut membantu menjaga identitas budaya sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial. Contoh kontribusinya antara lain:
Mengajarkan kearifan lokal kepada generasi muda.
Melestarikan penggunaan bahan alami dalam kerajinan tradisional.
Mengadakan festival budaya daerah untuk memperkenalkan tradisi lokal
4. Menghadapi Dampak Perubahan Iklim
Komunitas juga memiliki berbagai strategi adaptasi dan mitigasi untuk menghadapi perubahan iklim. Upaya yang dilakukan antara lain:
Mengadakan pembelajaran dan kerja sama antarwarga.
Mengurangi limbah rumah tangga maupun industri kecil.
Mengembangkan penggunaan energi ramah lingkungan.
Mendukung ekonomi lokal rendah karbon.
5. Berpartisipasi dalam Pengambilan Keputusan
Partisipasi masyarakat atau komunitas dalam proses pengambilan keputusan sangat penting agar kebijakan pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat. Bentuk partisipasi tersebut meliputi:
Mengikuti musyawarah pembangunan desa atau daerah.
Memberikan masukan terkait program lingkungan dan sosial.
Mengawasi pelaksanaan pembangunan di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Bagaimana Asal-usul Konsep Bhinneka Tunggal Ika? Ini Sejarahnya
(SA)
