Jenis-Jenis Ikhlas dalam Beramal dan Beribadah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ikhlas adalah sesuatu yang mudah untuk diucapkan, tapi sulit dilakukan. Sudah menjadi kewajiban bagi umat Muslim untuk mengerjakan segala amal ibadah yang dilandasi dengan rasa ikhlas.
Amirulloh Syarbini dan Jumari Haryadi dalam Dahsyatnya Sabar, Syukur, dan Ikhlas Muhammad SAW menjelaskan, ikhlas dalam beribadah adalah semata-mata karena Allah, bukan karena manusia atau hal lainnya. Orang yang ikhlas tidak akan haus akan pujian karena telah memfokuskan tujuan dan maksud setiap amalnya hanya kepada Allah SWT.
Ikhlas seringkali diibaratkan dengan gelas yang penuh air putih. Tak ada sedikit pun hal lain dalam gelas itu selain air yang murni dan tak tercampur apapun. Itulah yang disebut dengan ikhlas.
Ikhlas menjadi kunci diterimanya amal ibadah. Jika seorang Muslim sudah melakukan segala macam ibadah, tetapi mengerjakannya tanpa rasa ikhlas, ibadahnya itu akan sia-sia dan amalnya tidak akan diterima oleh Allah SWT.
Di dalam Al Quran pun terdapat sejumlah surat yang mengandung perintah tentang ikhlas dalam beramal dan beribadah. Salah satunya surat Az Zumar ayat 11 yang artinya:
“Katakanlah, sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah secara ikhlas dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.”
Jenis-Jenis Ikhlas
Mengutip buku Al Akhbar Seputar Kita oleh Tebyan A'maari Machalli, seorang syekh bernama Ibnu Athahillah membagi ikhlas ke dalam tiga jenis berdasarkan golongan/tingkatan yang berbeda, yaitu:
1. Ikhlas Ahli Ibadah
Tingkatan ini merupakan tingkatan terendah dari ilmu ikhlas yang bisa dipelajari manusia. Amal ibadah yang dilakukan dalam tingkatan ini hanya semata-mata mengharapkan pahala dan terhindar dari siksa Allah SWT.
Seseorang yang ikhlas dengan cara tersebut dapat selamat dari sifat riya, ujub dan sumah serta keluar dan bebas dari kesombongan yang merusak amal perbuatan.
2. Ikhlas Orang Muhibbin
Orang yang termasuk dalam golongan ikhlas ini tidak akan mengharapkan apapun saat beribadah, bahkan tidak mengharapkan pahala atau karena takut akan siksa Allah SWT. Mereka beramal karena Allah dengan maksud mengagungkan dan membesarkan nama-Nya.
Hal ini sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh rabi’atul al-addawiyah, “Saya tidak menyembah kepada-Mu karena takut neraka dan tidak pula mengharapkan surga. Akan tetapi saya menyembah kepada-Mu semata-mata untuk mengagungkan-Mu.”
3. Ikhlas Orang Makrifat
Ikhlas kategori ini artinya adalah beramal dengan memasrahkan diri kepada Allah tanpa ada alasan pribadi ataupun mengikuti hawa nafsu. Hanya Allah yang berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Dan pada hakikatnya, manusia sama sekali tidak memiliki kekuatan selain karena izin-Nya.
(ADS)
