Konten dari Pengguna

Jenis-jenis Instrumen Supervisi Guru Kurikulum Merdeka

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi supervisi guru. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi supervisi guru. Foto: Pexels.

Kepala sekolah perlu melakukan supervisi akademik secara berkala untuk membantu guru meningkatkan kompetensinya. Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah dituntut mampu memilih instrumen supervisi guru yang tepat agar kegiatan berlangsung secara optimal.

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan yang membantu guru mengembangkan kemampuan pedagogik dan profesionalnya. Tak hanya dari segi keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan motivasi tenaga pendidik dalam memberikan pembelajaran berkualitas.

Tujuan tersebut dapat dicapai jika kepala sekolah mampu memilih instrumen supervisi yang tepat sesuai dengan kondisi dan karakter setiap tenaga pendidik. Simak ulasan berikut untuk mengetahui jenis-jenis instrumen supervisi guru.

Jenis-jenis Instrumen Supervisi Guru

Ilustrasi supervisi guru. Foto: Pexels.

Instrumen supervisi akademik adalah alat yang digunakan oleh kepala sekolah selaku supervisor untuk mengidentifikasi profil kemampuan guru dalam pembuatan rencana, pelaksanaan pembelajaran, serta penilaian pembelajaran.

Keberhasilan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik tergantung pada kemampuannya untuk memilih, menyusun, dan menggunakan instrumen yang tepat.

Dikutip dari modul Supervisi dan Penilaian Kinerja Guru oleh Kemdikbud, ada tiga jenis instrumen supervisi guru yang dapat dipilih oleh kepala sekolah. Berikut ini jenis-jenis instrumen supervisi akademik lengkap dengan penjelasannya.

1. Pedoman Observasi

Pedoman observasi adalah instrumen supervisi yang digunakan untuk mengamati proses pembelajaran. Dalam penggunaan pedoman observasi, supervisor sebaiknya menggunakan skala angka, grafik, grafik deskriptif, atau kartu nilai untuk memudahkan penilaian.

2. Pedoman Wawancara

Wawancara adalah kegiatan pengumpulan data yang dilakukan dengan percakapan dengan narasumber. Instrumen wawancara dapat digunakan untuk mendapatkan informasi tambahan terkait dengan pelaksanaan pembelajaran.

Kepala sekolah dapat membuat pedoman dan pertanyaan wawancara agar kegiatan supervisi terhadap tenaga pendidik berlangsung dengan lancar.

3. Daftar Cek/Kendali

Daftar kendali adalah instrumen supervisi guru yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan mengevaluasi situasi kondisi nyata dari suatu kegiatan yang terjadi di dalam kelas secara rinci.

Tips Memilih Instrumen Supervisi

Ilustrasi supervisi guru. Foto: Pexels.

Kepala sekolah harus cermat memilih instrumen supervisi agar kegiatan tersebut dapat membawa perubahan untuk tenaga pendidik. Banyak instrumen yang dapat digunakan dalam supervisi akademik.

Kepala sekolah dapat memilih instrumen yang sudah sesuai dengan kebutuhan atau mengembangkan sendiri instrumen supervisi ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing masing.

Dalam memilih instrumen yang tepat, kepala sekolah perlu mempertimbangkan fokus supervisi, tujuan supervisi, teknik supervisi, dan waktu yang tersedia.

Misalnya, supervisi akademik yang dilakukan dengan teknik individual kunjungan kelas menggunakan instrumen perencanaan pembelajaran, instrumen observasi pelaksanaan pembelajaran, dan instrumen penilaian pembelajaran. Dalam beberapa kasus, instrumen supervisi penilaian pembelajaran dijadikan satu dengan instrumen supervisi pelaksanaan pembelajaran.

Baca Juga: Peran dan Teknik Supervisi Akademik dalam Proses Pengembangan Diri

(GLW)