Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Koordinat Kartesius untuk Menentukan Letak Sebuah Titik

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rumus Koordinat Kartesius. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rumus Koordinat Kartesius. Foto: pixabay.com

Dalam ilmu matematika, sistem koordinat kartesius digunakan untuk menentukan letak dari sebuah titik pada sebuah bidang. Sistem ini merupakan materi matematika dasar yang juga diterapkan dalam ilmu fisika, geografi, dan bidang lainnya pada rumus yang lebih kompleks.

Mengutip dari buku Panduan Belajar dan Evaluasi Matematika: Untuk SD dan MI Kelas 6 karya Wini Kristianti dan Dhesy Adhalia, koordinat kartesius pertama kali diperkenalkan pada abad ke-17 oleh seorang matematikawan bernama Rene Descartes.

Koordinat kartesius merupakan sistem koordinat yang terdiri dari dua sumbu yang berisi titik-titik sebagai simbol relasi. Kedua sumbu tersebut adalah domain sebagai sumbu horizontal serta kodomain sebagai sumbu vertikal.

Koordinat kartesius daerah asal (domain) diletakkan pada sumbu mendatar (sumbu X) dan daerah kawan (kodomain) diletakkan pada sumbu tegak (sumbu Y). Sementara daerah hasilnya merupakan titik (noktah) koordinat pada diagram kartesius.

Ilustrasi Rumus Koordinat Kartesius. Foto: pixabay.com

Jenis-Jenis Koordinat Kartesius

Dalam menggambar sebuah objek, diperlukan sistem koordinat untuk memperoleh ukuran yang akurat dan presisi. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan memahami jenis-jenis koordinat kartesius, seperti yang dijelaskan dalam buku Desain Objek 3D Dengan AutoCad karangan Suparno Sastra M.

  • Sistem koordinat kartesius 2D

Sistem ini ditentukan dengan pemberian nilai pada sumbu X dan Y. Sumbu X melambangkan ruas garis horizontal dan sumbu Y melambangkan ruas garis vertikal. Kedua sumbu tersebut bertemu pada satu titik yang dinamakan titik origin, lalu membentuk garis yang saling tegak lurus.

  • Sistem koordinat kartesius 3D

Sistem ini tidak berbeda jauh dengan sistem 2D. Sistem 3D dapat diaktifkan dengan cara menambahkan sumbu Z sebagai faktor penentu penempatan titik pada sistem koordinat.

(DND)