Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Warna Hijau Berdasarkan Kode HEX, RGB, dan CMYK untuk Karya Digital

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi warna hijau pada tumbuhan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi warna hijau pada tumbuhan. Foto: Pixabay

Hijau merupakan salah satu jenis warna sekunder dari hasil pencampuran antara dua warna primer, yaitu kuning dan biru. Warna yang sering ditemukan pada daun dan tumbuh-tumbuhan ini dapat mewakili pertumbuhan dan pembauran terhadap warna musim semi dan kelahiran kembali.

Mengutip buku Seni Sukses karya Meltem Toker, makna dari warna hijau sendiri yaitu mampu memberikan kepercayaan diri serta kedamaian. Selain itu, hijau juga dapat mewakili harapan dan membantu orang yang sering merasa tegang agar lebih santai, rileks, dan damai kembali.

Warna hijau yang paling sering diketahui dan digunakan adalah hijau tua dan hijau muda. Padahal, ada macam-macam warna hijau yang menjadi turunan dengan nama dan kode yang berbeda-beda, seperti HEX, RGB, dan CMYK.

Kode-kode tersebut adalah istilah yang selalu digunakan dalam pembuatan desain baik digital maupun cetak. Ketiganya memiliki perbedaan dalam penggunaannya. HEX biasa dimanfaatkan untuk mempercantik desain website.

RGB digunakan untuk mendesain sesuatu secara digital, sedangkan CMYK dipilih untuk membuat desain dalam bentuk cetak. Contohnya adalah spanduk, flyer, pamflet, dan yang lain sebagainya.

Agar dapat memahami lebih jelas terkait kode-kode yang umum digunakan oleh para seniman, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Ilustrasi jenis-jenis warna hijau. Foto: Unsplash

Jenis-Jenis Warna Hijau

Hijau adalah warna umum yang mewakili kekayaan, kemurahan hati, juga keamanan. Melansir dari laman Colors Explained, berikut adalah jenis-jenis warna hijau berdasarkan nama dan kode yang dapat dijadikan referensi bagi desainer, pelajar, seniman, dan siapa pun yang ingin menggunakannya:

Hijau Limau

HEX #32CD32

RGB 50, 205, 50

CMYK 76, 0, 76, 20

Lemon Pahit

HEX #CAE00D

RGB 202, 224, 13

CMYK 10, 0, 94, 12

Jeruk Nipis Prancis

HEX #9EFD38

RGB 158, 253, 56

CMYK 38, 0, 78, 1

Alpukat

HEX #568203

RGB 86, 130, 3

CMYK 34, 0, 98, 49

Pistachio

HEX #93C572

RGB 147, 197, 114

CMYK 25, 0, 42, 23

Apel Hijau

HEX #8DB600

RGB 141, 182, 0

CMYK 23, 0, 100, 29

Apel Granny Smith

HEX #A8E4A0

RGB 168, 228, 160

CMYK 26, 0, 30, 11

Artichoke Hijau

HEX #8F9779

RGB 143, 151, 121

CMYK 5, 0, 20, 41

Hijau Zaitun

HEX #708238

RGB 112, 130, 56

CMYK 14, 0, 57, 49

Hijau Zaitun Gelap

HEX #556B2F

RGB 85, 107, 47

CMYK 21, 0, 56, 58

Hunter Hijau

HEX #355E3B

RGB 53, 94, 59

CMYK 44, 0, 37, 63

Kuning Hijau

HEX #9ACD32

RGB 154, 205, 50

CMYK 25, 0, 76, 20

Hijau Cyan

HEX #009966

RGB 0, 153, 102

CMYK 100, 0, 33, 40

Hijau Botol

HEX #006A4E

RGB 0, 106, 78

CMYK 100, 0, 26, 58

Celadon

HEX #ACE1AF

RGB 172, 225, 175

CMYK 24, 0, 22, 12

Hijau Army

HEX #4B5320

RGB 75, 83, 32

CMYK 10, 0, 61, 67

Ilustrasi penggunaan warna hijau dalam suatu karya. Foto: Pixabay

Volt

HEX #CEFF00

RGB 206, 255, 0

CMYK 19, 0, 100, 0

Hijau Terang

HEX #66FF00

RGB 102, 255, 0

CMYK 60, 0, 100, 0

Zomp

HEX #39A78E

RGB 57, 167, 142

CMYK 66, 0, 15, 35

Malachite

HEX #0BDA51

RGB 11, 218, 81

CMYK 95, 0, 63, 15

Hijau Tua

HEX #013220

RGB 1, 50, 32

CMYK 98, 0, 36, 80

Hijau Muda

HEX #90EE90

RGB 144, 238, 144

CMYK 39, 0, 39, 7

Mantis

HEX #74C365

RGB 116, 195, 101

CMYK 41, 0, 48, 24

Hijau Laut

HEX #48BF91

RGB 72, 191, 145

CMYK 62, 0, 24, 25

Medium Aquamarine

HEX #66DDAA

RGB 102, 221, 170

CMYK 54, 0, 23, 13

Crayola

HEX #00FFCD

RGB 0, 255, 205

CMYK 100, 0, 20, 0

Ilustrasi warna hijau pastel. Foto: Shutter Stock

Sejarah Singkat Warna Hijau

Berdasarkan catatan sejarahanya, warna hijau melambangkan regenerasi dan kelahiran kembali di Mesir. Pada saat itu, orang-orang Mesir menggunakan perunggu, mineral, tembaga, untuk mendapatkan warna hijau.

Namun, penciptaan warna ini memiliki kelemahan, seperti harga pembuatannya yang mahal dan warna hijau yang dihasilkan semakin lama berubah menjadi hitam seiring berjalannya waktu.

Tak lama setelah itu datanglah bangsa Romawi kuno ke daerah Mesir. Bangsa tersebut menemukan warna hijau melalui proses perendaman pelat tembaga dalam anggur yang menciptakan verdigris (pigmen bercorak hijau yang merupakan hasil dari reaksi asam asetat terhadap tembaga).

Kemudian pigmen hijau ini mulai berkembang dan banyak digunakan untuk mural, kaca patri, juga mozaik. Para biarawan gereja pada abad pertengahan juga menggunakan warna ini untuk mewarnai manuskrip.