Konten dari Pengguna

Jenis Kritik Sastra beserta Ciri-Ciri dan Manfaatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis kritik. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis kritik. Foto: Freepik.

Kritik adalah tanggapan atau komentar individu terhadap suatu hal sebagai penilaian. Dalam dunia sastra, ada berbagai macam jenis kritik yang biasanya dituangkan dalam media cetak maupun media elektronik.

Umumnya, kritik sastra dilakukan oleh seorang kritikus sastra yang sudah memiliki wawasan, pengetahuan, serta ilmu-ilmu yang mumpuni tentang karya sastra. Contoh karya sastra yang biasa dikritik adalah novel, buku, birografi, essai, puisi, dan sebagainya.

Dikutip dari buku Mengenal Karya Sastra dalam Bentuk Kritik dan Essai oleh Suci Wulandari, dkk., kritik sastra adalah penilaian untuk menentukan kualitas suatu karya sastra yang bersifat objektif. Dalam penilaiannya, seorang kritikus juga harus menyertakan alasan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ciri-Ciri Kritik Karya Sastra

ilustrasi ciri-ciri kritik karya sastra. Foto: Freepik.

Kritik karya sastra memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan kritik karya seni lainnya. Berikut ciri-ciri kritik karya sastra yang dikutip dari buku Teori Kritik dan Perapannya dalam Sastra Indonesia Modern.

  • Memberikan tanggapan terhadap objek kajian hasil karya sastra;

  • Memberikan pertimbangan baik dan buruk sebuah karya sastra;

  • Bersifat objektif;

  • Memberikan solusi atau kritik yang membangun;

  • Tidak menduga-duga;

  • Memaparkan penilaian pribadi tanpa memuat ide-ide tertentu;

Baca juga: Pengertian, Fungsi dan Contoh Kritik Karya Seni Rupa

Manfaat Kritik Sastra

Masih dari sumber yang sama, kritik sastra memiliki manfaat bagi para penulis, pembaca, dan perkembangan dunia sastra itu sendiri. Berikut ini adalah penjelasannya:

Manfaat kritik sastra bagi penulis:

  • Memperluas wawasan penulis tentang bahasa, objek, tema karangan, maupun teknik bersastra.

  • Memupuk motivasi penulis dalam berkarya.

  • Meningkatkan kualitas suatu karangan.

Manfaat kritik sastra bagi pembaca:

  • Menumbuhkan rasa cinta pembaca kepada karya sastra.

  • Meningkatkan kemampuan mengapresiasi karya sastra.

  • Membuka wawasan pembaca akan nilai-nilai yang ada dalam karya sastra.

Manfaat kritik karya sastra bagi perkembangan dunia sastra:

  • Mendorong laju perkembangan sastra baik dalam bentuk kualitatif maupun kuantitatif.

  • Memperluas cakrawala atau masalah yang ada dalam karya sastra.

Ada berbagai macam jenis kritik dalam karya sastra. Berikut adalah pemaparan jenis-jenis kritik karya sastra secara singkat.

Jenis Kritik Karya Sastra

Ilustrasi jenis kritik karya sastra. Foto: Freepik.

Rachmat Djoko Pradopo dalam bukunya Teori Sastra Metode Kritik dan Penerapannya menyebutkan, berdasarkan pendekatannya, jenis kritik sastra terbagi menjadi tiga macam, yaitu:

Kritik Sastra Mimetik

Kritikus pada kritik sastra mimetik memandang karya sastra sebagai tiruan aspek alam. Maksudnya, karya sastra digunakan sebagai penggambaran kehidupan manusia.

Semakin jelas karya sastra yang menggambarkan suatu realita kehidupan, semakin bagus karya sastra tersebut. Biasanya, pendekatan kritik ini digunakan pada karya sastra novel dan cerpen.

Kritik Sastra Ekspresif

Jenis kritik sastra ekspresif menitikberatkan pada pengarang karya sastra. Pada kritik ini, para sastrawan dianggap sebagai unsur pokok yang melahirkan pikiran, persepsi, dan perasaan yang dikombinasikan dalam hasil karyanya.

Kritik sastra ekspresif menekankan analisis kemampuan pengarang dalam menuangkan idenya dalam wujud karya sastra. Biasanya kritik sastra ini digunakan untuk mengkaji karya sastra dalam bentuk puisi.

Kritik Sastra Objektif

Kritik jenis ini memandang karya sastra sebagai sesuatu yang bebas dan mandiri, bebas dari penyair, pembaca, serta dunia sekitarnya. Biasanya kritik ini digunakan untuk mengkaji suatu essai dalam bidang akademik.

(IPT)