Konten dari Pengguna

Jika Hasil Skrining HBsAg Ibu Hamil Reaktif, Apa Langkah Selanjutnya?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jika hasil skrining HBsAg ibu hamil reaktif, langkah selanjutnya yang paling tepat. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jika hasil skrining HBsAg ibu hamil reaktif, langkah selanjutnya yang paling tepat. Foto: Unsplash.

Pemeriksaan HBsAg merupakan skrining rutin yang wajib dilakukan pada seluruh ibu hamil untuk mendeteksi infeksi virus hepatitis B sejak dini. Pemeriksaan ini sangat penting karena virus hepatitis B dapat menular dari ibu ke bayi selama masa kehamilan maupun proses persalinan apabila tidak ditangani dengan tepat.

Jika hasil skrining HBsAg ibu hamil reaktif, langkah selanjutnya yang paling tepat adalah melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan status infeksi dan kebutuhan terapi antivirus. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Langkah Selanjutnya Jika HBsAg Ibu Hamil Reaktif

Ilustrasi jika hasil skrining HBsAg ibu hamil reaktif, langkah selanjutnya yang paling tepat. Foto: Unsplash.

Ibu hamil dengan hasil pemeriksaan HBsAg reaktif memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui status infeksi dan menentukan kebutuhan terapi antivirus selama kehamilan. Mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Kesehatan RI, pemeriksaan dan penanganan lanjutan tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan berikut:

  • Pemeriksaan DNA VHB atau HBeAg: Dilakukan untuk mengetahui tingkat aktivitas virus dalam tubuh ibu hamil.

  • Pemeriksaan fungsi hati (ALT/SGPT): Dilakukan untuk menilai kondisi organ hati ibu hamil.

  • Penilaian status sirosis: Dilakukan dengan skor APRI atau pemeriksaan penunjang lain sesuai indikasi dokter.

  • Konsultasi dengan dokter: Dilakukan untuk menentukan kebutuhan terapi antivirus berdasarkan hasil pemeriksaan.

Ibu hamil dengan hasil DNA VHB kurang dari 200.000 IU/mL atau HBeAg negatif tidak memerlukan terapi antivirus, tetapi tetap perlu menjalani pemantauan secara berkala. Sementara itu, apabila hasil DNA VHB mencapai 200.000 IU/mL atau lebih atau HBeAg positif, terapi antivirus Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF) diberikan mulai usia kehamilan 28 minggu hingga satu bulan setelah melahirkan.

Alur Pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan

Ilustrasi jika hasil skrining HBsAg ibu hamil reaktif, langkah selanjutnya yang paling tepat. Foto: Unsplash.

Pemeriksaan lanjutan pada ibu hamil dengan HBsAg reaktif dapat dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). FKTP yang memenuhi kriteria dapat melakukan pemeriksaan DNA VHB atau HBeAg dan memberikan terapi antivirus.

Namun, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan peningkatan nilai ALT atau ibu hamil mengalami gejala klinis penyakit liver, pasien harus dirujuk ke FKRTL untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan dan penanganan di fasilitas tersebut dapat dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam atau konsultan gastroenterohepatologi.

Pencegahan Penularan Hepatitis B pada Bayi

Ilustrasi jika hasil skrining HBsAg ibu hamil reaktif, langkah selanjutnya yang paling tepat. Foto: Unsplash.

Bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg reaktif wajib mendapatkan vaksin hepatitis B (HB0) dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) dalam waktu kurang dari 24 jam setelah lahir. Setelah itu, pemberian imunisasi hepatitis B dilanjutkan sesuai jadwal program imunisasi nasional hingga dosis lengkap.

Setelah rangkaian imunisasi diberikan, pemeriksaan HBsAg dan anti-HBs perlu dilakukan saat bayi berusia 9-12 bulan untuk memastikan bayi tidak tertular hepatitis B dari ibu.

(FHK)

Baca juga: Solusi dalam Menghadapi Tantangan dalam Pelayanan Posyandu Bidang Kesehatan