Juknis Upacara Hari Pahlawan berdasarkan Surat Edaran Kemdiktisaintek

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tanggal 10 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Perayaan ini menjadi wujud penghormatan atas perjuangan dan pengorbanan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sebagai bentuk penghormatan, beberapa instansi dan sekolah rutin menggelar upacara Hari Pahlawan setiap tahunnya. Pelaksanaan kegiatannya telah diatur secara resmi dalam Surat Edaran Kemendikbudristek tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025.
Dalam surat tersebut juga tercantum petunjuk teknis atau juknis upacara Hari Pahlawan. Untuk mengetahui isinya lebih lanjut, simak berikut!
Juknis Upacara Hari Pahlawan
Upacara bendera menjadi kegiatan utama dalam peringatan Hari Pahlawan. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di instansi pemerintah maupun non-pemerintah pada 10 November 2025 pukul 08.00 waktu setempat. Berikut juknis upacara Hari Pahlawan berdasarkan Surat Edaran Kemendikbudristek Nomor 2829/A.A5/TU.02.03/2025.
Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tanggal 10 November
Tema: Pahlawanku Teladanku, Terus Bergarak Melanjutkan Perjuangan
Sifat upacara: Khidmat, tertib, dan sederhana
Waktu dan tempat upacara: Pukul 08.00 waktu setempat, di lapangan terbuka atau menyesuaikan.
Urutan upacara:
Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
Pengibaran bendera Merah Putih, diiringi Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya" yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.
Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina Upacara.
Pembacaan Pancasila.
Pembacaan pesan-pesan pahlawan (ditentukan panitia),
Amanat Pembina Upacara, membacakan Amanat Menteri Sosial dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025.
Pembacaan doa.
Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
Upacara selesai.
Apabila upacara tidak dapat dilaksanakan di lapangan terbuka, pengibaran bendera dapat diganti dengan Bendera Merah Putih yang dipasang di tiang. Namun, seluruh pokok acara lainnya tetap wajib dilaksanakan dengan penyesuaian yang dibutuhkan.
Baca Juga: 5 Kegiatan Hari Pahlawan yang Seru dan Menginspirasi Generasi Muda
Pesan Perjuangan Pahlawan Nasional
Dalam upacara bendera Hari Pahlawan, terdapat sesi pembacaan pesan-pesan pahlawan. Berikut beberapa pesan pahlawan yang dapat dipilih untuk dibacakan dalam upacara, seperti dikutip dari Surat Edaran Kemendikbudristek Nomor 2829/A.A5/TU.02.03/2025.
"Perlawanan yang tidak lahir dari pikiran merdeka hanyalah letupan emosi, bukan perjuangan." - Dr. Cipto Mangunkusumo
"Lemah badan bukan alasan untuk tunduk, sebab jiwa bisa lebih tajam dari keris." - Nyi Ageng Serang
"Hidup untuk rakyat, mati untuk kehormatan." - Pangeran Antasari
"Jangan berharap hidup tenang selama kemerdekaan belum penuh." - Sisingamangaraja XII
"Tanah ini bukan milik segelintir orang, tetapi rumah bagi semua anak Indonesia." - Frans Kaisiepo
"Perempuan bukan bayangan, tetapi cahaya dalam rumah tangga dan bangsa." - Maria Walanda Maramis
"Tidak ada ketakutan bagi mereka yang memperjuangkan kebenaran." - Teuku Cik Di Tiro
"Politik bukan alat kuasa, tetapi alat menjaga martabat bangsa." - Ida Anak Agung Gde Agung
"Kebebasan berpikir adalah bentuk pertama dari kemerdekaan." - Sutan Sjahrir
"Wanita yang cerdas akan melahirkan bangsa yang kuat." - Raden Dewi Sartika
"Hukum hanya punya arti jika berdiri bersama rakyat, bukan di atasnya." - Mr. Iwa Kusumasumantri
"Tubuh ini boleh lemah, tapi keberanian tidak pernah pudar." - Martha Christina Tiahahu
"Nyanyian bisa menjadi api dalam dada bangsa." - Wage Rudolf Supratman
"Kemerdekaan harus dijaga dengan kejujuran, bukan sekadar semangat." - Kasman Singodimedjo
"Laut bukan penghalang, tapi jalan menuju kehormatan." - Laksamana Malahayati
"Seorang pemimpin sejati tidak hanya memerintah, tetapi menuntut." - H.O.S Tjokroaminoto
"Kemerdekaan adalah amanah Tuhan yang harus dijaga dengan iman dan ilmu." - Ki Bagus Hadikusumo
"Perlawanan yang tidak lahir dari pikiran merdeka hanyalah letupan emosi, bukan perjuangan." - Abdul Muis
"Aku rela mati demi harga diri dan tanah airku, sebab kehormatan tidak bisa dibeli." - Ratu Kalinyamat
(NSF)
