Konten dari Pengguna

Juring Lingkaran: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Cara Menghitung Luasnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lingkaran. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lingkaran. Foto: Pixabay

Dalam matematika, juring lingkaran adalah salah satu unsur yang terdapat pada lingkaran. Juring lingkaran disebut juga sebagai sektor lingkaran.

Lingkaran adalah kumpulan titik-titik yang membentuk lengkungan tertutup pada bidang datar yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu. Jarak yang sama tersebut dikenal sebagai jari-jari, sedangkan suatu titik tertentu disebut titik pusat lingkaran.

Lingkaran terdiri atas beberapa unsur yang membangunnya, mulai dari titik pusat lingkaran, jari-jari, diameter, tali busur, hingga juring lingkaran. Lalu, apa yang dimaksud dengan juring lingkaran?

Pengertian Juring Lingkaran

Ilustrasi lingkaran. Foto: Pexels

Dikutip dari buku Matematika Kelompok Teknologi, Kesehatan, dan Pertanian untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XII oleh Dini Afriyanti, juring lingkaran adalah daerah yang terbentuk dari dua buah jari-jari dan busur lingkaran sebagai pembatasnya.

Juring merupakan suatu pecahan atau bagian dari luas lingkaran. Berdasarkan luasnya, jenis-jenis juring lingkaran terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Juring kecil, yaitu juring yang luasnya kurang dari setengah lingkaran.

  • Juring setengah lingkaran, yaitu juring yang luasnya sama dengan luas setengah lingkaran.

  • Juring besar, yaitu juring yang luasnya lebih dari setengah lingkaran.

Jaring memuat sebuah sudut pusat yang titik sudutnya adalah titik pusat lingkaran. Sudut pusat lingkaran adalah sudut yang terbentuk antara dua jari-jari yang berpotongan di titik pusat. Besar sudut ini dapat diukur menggunakan busur derajat.

Dalam satu putaran penuh, terdapat sudut pusat 360 derajat. Dengan perbandingan besar sudut pusat pada juring lingkaran dan sudut satu putaran penuh, maka dapat ditentukan luasnya.

Rumus Luas Juring Lingkaran

Ilustrasi menghitung luas juring lingkaran. Foto: Pexels

Dalam aplikasinya, luas juring lingkaran dapat dicari menggunakan rumus sebagai berikut:

  • Luas Juring Lingkaran = α/360° x π r² atau α/360° x Luas Lingkaran

Keterangan:

  • α = sudut juring lingkaran

  • π (phi) = 3,14 atau 22/7

  • r = jari-jari lingkaran

Cara Menghitung Luas Juring Lingkaran

Untuk memahami lebih jelas, berikut cara menghitung luas juring lingkaran beserta contoh soalnya:

Lingkaran yang berjari-jari 42 cm membentuk juring yang bersudut 90°. Berapa luas juring lingkaran tersebut?

Diketahui:

r = 42 cm

α = 90°

Ditanya: Luas juring lingkaran?

Pembahasan:

Luas juring lingkaran = α/360° x π r²

= 90°/360° x 22/7 x 42 x 42

= 1/4 x 22 x 6 x 42

= 1.386 cm²

Jadi, luas juring lingkaran tersebut adalah 1.386 cm².

Unsur-Unsur Lingkaran

Ilustrasi lingkaran. Foto: Pixabay

Selain juring, lingkaran juga memiliki beberapa unsur atau bagian lain. Mengutip buku Rangkuman Matematika SMP oleh Nurjanah, berikut adalah unsur-unsur lingkaran yang bisa dipelajari.

1. Titik Pusat Lingkaran

Titik pusat lingkaran adalah sebuah titik yang terletak di tengah-tengah lingkaran. Biasanya, titik pusat lingkaran dilambangkan dengan "O".

2. Jari-Jari Lingkaran

Jari-jari lingkaran adalah ruas garis yang menghubungkan suatu titik pada lingkaran dengan titik pusatnya. Jari-jari dilambangkan dengan "r" atau "R".

3. Busur Lingkaran

Busur lingkaran adalah garis lengkung yang terletak pada lengkungan lingkaran dan menghubungkan dua titik sembarang di lengkungan tersebut.

Busur lingkaran terdiri atas tiga jenis, antara lain:

  • Busur kecil, yaitu busur yang panjangnya kurang dari setengah lingkaran atau sudutnya kurang dari 180°.

  • Busur setengah lingkaran, yaitu busur yang panjangnya sama dengan setengah lingkaran atau sudutnya sama dengan 180°.

  • Busur besar, yaitu busur yang panjangnya lebih dari setengah lingkaran atau sudutnya lebih dari 180°.

4. Tali Busur Lingkaran

Tali busur lingkaran adalah garis lurus yang menghubungkan dua titik pada lengkungan lingkaran. Tali busur tidak melalui titik pusat lingkaran.

5. Diameter Lingkaran

Diameter atau garis tengah adalah tali busur yang melalui titik pusat lingkaran. Diameter lingkaran dilambangkan dengan "d" atau "D".

6. Tembereng

Tembereng adalah luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh busur dan tali busur lingkaran. Tembereng terbagi menjadi dua jenis, yaitu tembereng kecil dan tembereng besar.

Apabila sudut pusat tembereng kurang dari 180 derajat, maka tembereng itu disebut tembereng kecil. Sementara apbila sudut pusat tembereng lebih dari 180 derajat, maka tembereng tersebut disebut tembereng besar.

7. Juring Lingkaran

Juring adalah luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari lingkaran dan sebuah busur yang diapit oleh kedua jari-jari lingkaran tersebut.

8. Apotema Lingkaran

Apotema lingkaran adalah ruas garis yang ditarik dari titik pusat suatu lingkaran tegak lurus pada sebuah tali busur. Jadi, apotema merupakan jarak antara titik pusat lingkaran dan tali busur.

9. Anak Panah

Anak panah adalah selisih antara jari-jari lingkaran dengan apotema. Anak panah juga dapat diartikan sebagai ruas garis perpanjangan apotema sampai pada busur lingkaran.

Itulah penjelasan mengenai pengertian dan jenis-jenis juring hingga unsur-unsur lingkaran lainnya. Juring lingkaran adalah daerah pada luas lingkaran yang dibatasi oleh dua jari-jari dan sebuah busur. Busur tersebut diapit oleh kedua jari-jari lingkaran.

(SFR)