Jurnal Penerimaan Kas: Pengertian, Cara Pencatatan, dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jurnal penerimaan kas sangat penting untuk dimiliki sebuah perusahaan. Dari jurnal tersebut, perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai transaksi apapun yang berpengaruh pada penambahan kas. Hal ini dibutuhkan untuk mengelola keuangan perusahaan.
Mengutip buku Ekonomi Jilid III Untuk SMA dan MA Kelas XII tulisan Alam S (2007), jurnal penerimaan kas adalah jurnal khusus untuk mencatat transaksi penerimaan uang dari sumber manapun. Dengan kata lain, jurnal penerimaan kas berisi catatan semua uang yang masuk ke dalam bisnis.
Sementara itu, arus kas keluar akan dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. Dua jurnal ini penting karena analisa sumber dan penggunaan kas dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Tujuannya tentu saja agar tidak terjadi pemborosan atau ketidakefisienan dalam perusahaan.
Nah agar dapat menyusun jurnal penerimaan kas secara tepat, simak penjelasannya berikut ini:
Cara Pencatatan Jurnal Penerimaan Kas
Pada dasarnya jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berpengaruh terhadap penambahan saldo perusahaan. Oleh sebab itu sisi debit terdiri dari kolom Kas dan Akun Potongan Penjualan.
Sedangkan di sisi kredit dicatat akun-akun yang menjadi sumber penerimaan uang. Misalnya kolom Piutang Dagang dan Penjualan. Untuk menampung penerimaan uang selain piutang dan penjualan, digunakan kolom Serba-serbi.
Adapun cara pencatatan kas yang masuk pada jurnal penerimaan kas adalah sebagai berikut:
Ketika perusahaan menjual barang secara tunai, maka akan berpengaruh pada bertambahnya jumlah kas di sisi debit dan jumlah penjualan di sisi kredit.
Jika terjadi pelunasan piutang, maka kas di sisi debit bertambah, sedangkan piutang pada sisi kredit berkurang.
Apabila terdapat potongan penjualan, maka akan dicatat dengan mendebet akun kas serta potongan penjualan.
Jika ada pengembalian barang dagangan yang sudah dibeli, maka akan berpengaruh terhadap penambahaan kas serta pengurangan barang dagang yang telah dibeli karena pengembalian barang (retur). Cara mencatatnya adalah dengan mendebit akun kas dan mengkredit akun retur pembelian di kolom serba-serbi.
Contoh Jurnal Penerimaan Kas
Berdasarkan penjabaran di atas, maka format jurnal penerimaan kas akan terlihat seperti ini:
Nah agar lebih paham, perhatikan contoh pencatatan jurnal penerimaan kas yang dikutip dari buku Ekonomi Jilid III Untuk SMA dan MA Kelas XII tulisan Alam S (2007).
Kasus
Pada tanggal 2 Juni Sri Rejeki menambah modalnya dengan menyetor uang tunai sebesar Rp50.000.000
Pada 3 Juni menjual barang kepada PT Muncul Jakarta seharga Rp20.000.000. Dari PT Muncul diterima cek bank senilai Rp20.000.000.
Pada 10 Juni menerima piutang sebesar Rp40.000.000 hasil penjualan barang 5 hari lalu pada PT Tugu Pratama, dengan syarat 2/10, n/30
Pada 12 Juni menjual peralatan toko bekas seharga Rp6000.000
Pada 18 Juni menerima piutang Rp30.000.000 dari penjualan barang 8 hari yang lalu kepada PT Tugu Pratama dengan syarat 2/10, n/30
Pada 25 Juni menerima sewa Rp2.500.000 (sebagian gedung kantor pada PT Indah Kiat)
Pada 26 Juni diterima cek atas pelunasan wesel Rp818.000. Nilai nominal wesel Rp800.000 dengan memperhitungkan bunga Rp18.000.
Pada 29 Juni diterima piutang dari PT Tunjungan sebesar Rp4000.000
Pada 30 Juni diterima pemberitahuan dari bank bahwa akun perusahaan telah dikredit Rp250.000 untuk jasa giro
Transaksi tersebut jika dicatat dalam jurnal penerimaan kas akan terlihat seperti ini:
Frequently Asked Question Section
Pengertian Jurnal Penerimaan Kas

Pengertian Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal penerimaan kas adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berpengaruh terhadap penambahan saldo perusahaan.
Transaksi yang Dicatat dalam Jurnal Penerimaan Kas

Transaksi yang Dicatat dalam Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat semua uang yang masuk dalam perusahaan. Seperti penjualan tunai, pelunasan piutang, penerimaan pembayaran secara kredit, penjualan aset lain seperti surat berharga, dan lain-lain.
Mengapa Jurnal Penerimaan Kas Dibutuhkan?

Mengapa Jurnal Penerimaan Kas Dibutuhkan?
Sebagai bahan analisis untuk mengambil keputusan agar tidak terjadi pemborosan atau ketidakefisienan dalam perusahaan.
(ERA)
