Konten dari Pengguna

Kandungan Surat Al Ahzab Ayat 21: Kewajiban Meneladani Sifat Rasulullah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Alquran. Foto: Pixabay

Umat Islam diperintahkan oleh Allah SWT untuk senantiasa meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Sebab, beliau adalah teladan bagi manusia dalam segala hal, termasuk di medan perang. Hal ini berdasarkan firman-Nya dalam Alquran Surat Al Ahzab ayat 21.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

Mengutip situs resmi Kementerian Agama RI (Kemenag), pada ayat tersebut, Allah memperingatkan orang-orang munafik bahwa sebenarnya mereka dapat memperoleh teladan yang baik dari Nabi SAW. Karena Rasulullah SAW adalah seorang yang kuat imannya, berani, sabar, dan tabah menghadapi segala macam cobaan, percaya sepenuhnya kepada segala ketentuan Allah, dan mempunyai akhlak yang mulia.

Jika mereka (orang-orang munafik) bercita-cita ingin menjadi manusia yang baik, berbahagia hidup di dunia dan di akhirat, tentulah mereka akan mencontoh perilaku Rasulullah. Akan tetapi, perbuatan dan tingkah lakunya menunjukkan bahwa mereka tidak mengharapkan ridho Allah dan segala macam bentuk kebahagiaan hakiki itu.

Surat Al Ahzab Ayat 21

Alquran. Foto: Pixabay

Menurut Tafsir As-Sa’id isi kandungan surat Al Ahzab ayat 21 ini adalah Allah memberitahukan kepada kita bahwa Rasulullah merupakan manusia yang mulia lagi sempurna, pahlawan nan pemberani. Maka, umat Islam harus meneladani beliau dalam semua hukum, kecuali ada dalil syar’i yang mengecualikan kekhususan beliau.

Melansir dari buku Tafsir Ayat-ayat Alquran Tentang Konsep Metode Pembelajaran oleh Rony Sandra Yofa Zebua dan Arief Setiawan, suri keteladanan yang dimaksud dalam surat Al Ahzab ayat 21 itu ada dua macam, yaitu keteladanan yang baik dan keteladanan yang buruk.

Keteladanan yang baik ada pada Rasulullah. Orang yang meneladani beliau berarti menelusuri jalan yang dapat mengantarkannya kepada kemuliaan Allah, yaitu jalan yang lurus. Sedangkan bersuri teladan kepada selain beliau, maka itulah yang buruk.

Suri teladan yang baik hanya akan ditelusuri dan diikuti oleh orang yang menginginkan Allah dan hari akhir. Hal itu timbul karena iman yang dimilikinya, rasa takut kepada Allah dan mengharapkan pahala kepada-Nya, takut akan siksa-Nya. Semua itu mendorongnya untuk meneladani Rasulullah.

Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan, umat Islam benar-benar mendapatkan teladan yang baik dari sosok Nabi Muhammad. Teladan bagi mereka yang mengharap kasih sayang Allah dan kebahagiaan di akhirat. Teladan bagi orang-orang yang banyak berzikir mengingat Allah di setiap kesempatan, di kala susah maupun senang.

(NDA)